Lewis Hamilton merasa peluangnya merebut gelar juara dunia Formula 1 kini “out of reach” setelah Ferrari terlambat mengambil keputusan untuk memprioritaskan dirinya dibanding Charles Leclerc. Pembalap Inggris itu finis keenam di Grand Prix Italia, Minggu (7/9), meski mesin Ferrari yang ditingkatkan gagal membuatnya setara dengan Mercedes.
Kekecewaan Hamilton bertambah karena ia harus menyelesaikan balapan dengan ban yang sudah aus, menyusul keputusan tim yang tidak memanggilnya masuk pit saat virtual safety car muncul di akhir balapan. Padahal, momen itu seharusnya menjadi peluang emas untuk mengganti ban tanpa kehilangan banyak waktu.
Sejak awal balapan, nasib Hamilton memang sudah tampak suram. Ia terlempar ke posisi 10 setelah bersenggolan dengan rekan setimnya, Charles Leclerc, di tikungan 2 lap pembuka. Leclerc yang kemudian crash dan keluar dari balapan pada lap kedua, tidak mendapat hukuman dari steward FIA—keputusan yang membuat Hamilton geram dan frustrasi di radio tim.

Insiden ini kembali memunculkan pertanyaan tentang kemampuan operasional Ferrari dalam balapan, terutama soal prioritas terhadap peluang Hamilton merebut gelar. Sebelumnya, tim asal Italia itu juga gagal menukar posisi kedua pembalapnya di Zandvoort. Hamilton pun buka suara dengan nada lelah, mengakui bahwa keputusan untuk memprioritaskan dirinya sudah tidak relevan lagi.
“Saya pikir hari ini kami kehilangan banyak poin. Sudah terlalu telat untuk keputusan seperti itu. Banyak, banyak minggu terlalu telat. Yang bisa saya lakukan hanyalah tampil. Saya akan bangun besok pagi dan memberikan yang terbaik,” kata Hamilton, dikutip dari Crash.net.
Lebih lanjut, Hamilton menyebut bahwa masalah Ferrari berasal dari atas. Ia menegaskan bahwa pendekatan tim harus diubah, dimulai dari prinsipal tim, Fred Vasseur. “Jika kami terus menempuh jalan yang sama, kami akan mendapatkan hasil yang sama. Kami terus mendapatkan hasil yang sama. Kami harus mengubah sesuatu karena ini tidak membantu kami bergerak maju. Saya pikir mereka menerima masukan itu,” tuturnya.
Sementara itu, Hamilton juga menegaskan bahwa ia tidak akan pernah balap secara kotor, menjawab kekhawatiran para penggemar tentang hubungannya dengan Leclerc yang mungkin memburuk. “Saya tidak balap kotor. Saya selalu balap bersih dan adil, dan memberi ruang. Jadi saya tidak berpikir penggemar harus khawatir tentang saya,” ujarnya.
Dengan kemenangan Andrea Kimi Antonelli di Monza, kini Hamilton tertinggal 76 poin di klasemen. Meski ia enggan menyerah, jarak tersebut terasa sangat berat untuk dikejar, terlebih dengan performa Mercedes yang sedang moncer. Akankah Ferrari mampu berbenah dan memberi Hamilton senjata yang layak? Waktu yang akan menjawab.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!