SPONSORED

Hadjar Kesulitan Saat Red Bull Melaju di Miami

Notifikasi
Ifan Apriyana
Ifan Apriyana
0
Hadjar Kesulitan Saat Red Bull Melaju di Miami TO NEWS OVERVIEW
© Red Bull Content Pool

Isack Hadjar mengalami akhir pekan paling sulit sejak promosi ke Red Bull Racing setelah gagal menemukan performa kompetitif sepanjang Formula 1 Miami Grand Prix 2026. Situasi tersebut menjadi kontras besar dibanding pernyataannya sebelum balapan, ketika pembalap Prancis itu mengaku proses adaptasinya ke tim utama Red Bull berjalan relatif mudah.

Sebelum memasuki akhir pekan di Miami International Autodrome, Hadjar menjelaskan bahwa transisi dari Racing Bulls tidak memberikan perubahan besar karena ia telah bekerja dalam lingkungan Red Bull sejak beberapa tahun terakhir. Ia juga menyebut penggunaan prosedur dan perangkat kemudi yang serupa membuat proses adaptasi teknis berjalan lebih cepat dibanding pembalap muda lain yang sebelumnya masuk ke tim utama.

"Sejujurnya, transisi ke Red Bull terasa cukup mudah. Saya sudah lama bekerja dengan orang-orang Red Bull dan beberapa kali menjalani sesi FP1, jadi tidak terasa seperti masuk ke tim yang benar-benar baru," ujar Hadjar.

Leclerc Bela Regulasi Mesin Baru Formula 1
Baca JugaLeclerc Bela Regulasi Mesin Baru Formula 1

Pada tiga putaran awal musim, Hadjar sempat menunjukkan potensi menjanjikan dengan dua kali mengungguli Max Verstappen dalam sesi kualifikasi. Meskipun Verstappen mengalami insiden di GP Australia, performa Hadjar saat itu dianggap jauh lebih kompetitif dibanding beberapa rekan setim Verstappen sebelumnya yang kesulitan beradaptasi dengan karakter mobil Red Bull.

ADVERTISEMENT

Namun, Miami menghadirkan gambaran berbeda. Hadjar tertinggal hampir satu detik dari Verstappen dalam simulasi satu lap sebelum akhirnya mengalami kecelakaan dan gagal finis pada grand prix utama. Akhir pekan tersebut sekaligus memperlihatkan kesulitan terbesar Hadjar dalam memahami perkembangan terbaru RB22 yang membawa paket upgrade besar untuk putaran Miami.

Secara teknis, peningkatan performa Red Bull di Miami justru semakin memperjelas perbedaan adaptasi antara Verstappen dan Hadjar. Verstappen mampu memaksimalkan peningkatan aerodinamika dan keseimbangan mobil yang dihadirkan tim, terutama dalam area high-speed stability dan efisiensi ban belakang. Sebaliknya, Hadjar terlihat kesulitan menjaga konsistensi grip saat memasuki fase pengereman dan transisi tikungan cepat.

Kondisi tersebut menjadi penting karena karakter RB22 masih sangat sensitif terhadap gaya mengemudi agresif di bagian depan mobil. Verstappen selama beberapa musim dikenal mampu mengendalikan karakter oversteer tajam Red Bull, sementara pembalap muda yang baru masuk sering membutuhkan waktu lebih panjang untuk memahami respons aerodinamika dan distribusi beban mobil.

ADVERTISEMENT

Hadjar kini baru mengoleksi empat poin dari empat putaran awal musim, termasuk dua sprint race, sementara Verstappen mulai kembali menemukan performa kompetitif setelah upgrade Miami. Dengan kalender Formula 1 memasuki fase Eropa dalam beberapa pekan mendatang, kemampuan Hadjar beradaptasi terhadap evolusi RB22 akan menjadi faktor penting bagi Red Bull dalam menjaga konsistensi perolehan poin konstruktor.

Diskusi & Komentar (0)

Mari Bergabung dalam Diskusi!

Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.

Aman, Cepat & Terenkripsi

Komentar Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

RECOMMENDED FOR YOU