Isack Hadjar harus menelan pil pahit di Sirkuit Bahrain setelah balapan yang dijalaninya berubah menjadi mimpi buruk personal. Padahal, hari tersebut seharusnya menjadi momen pesta besar bagi garasi Red Bull yang sukses merayakan kemenangan perdana menggunakan mesin buatan in-house mereka.
Pembalap muda asal Prancis itu sebenarnya sempat berada di jalur empuk untuk mengamankan podium pertamanya musim ini. Setelah sukses melewati hadangan awal dan menjaga ritme balap, posisi keempat berhasil dikunci dengan nyaman di belakang sang juara bertahan dan para pesaing terdepan.
Petaka mulai menghampiri ketika safety car masuk ke pit pada tiga lap pemungkas setelah insiden yang melibatkan rival di depannya. Masalah kelistrikan mendadak menghantam mobil RB22 yang dikemudikannya, membuat kapasitas baterai terkuras habis di area lurus dan menghilangkan daya cengkeram ban secara drastis.

Situasi tersebut langsung dimanfaatkan dengan sempurna oleh para pesaing berpengalaman yang menguntit di belakangnya. Lewis Hamilton bersama armada Mercedes langsung menyodok tanpa ampun, disusul kemudian oleh kejaran ketat pembalap Ferrari yang memaksa Hadjar terlempar dari zona podium dan harus puas finis di urutan kelima.
Meski turut bangga atas pencapaian besar pabrikan yang menaunginya, ia tidak bisa menyembunyikan kekecewaan mendalam atas kendala teknis tak terduga tersebut. Evaluasi menyeluruh kini menjadi harga mati bagi krunya agar masalah serupa tidak kembali terulang pada seri berikutnya di Singapura.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!