Kembalinya Formula 1 ke Sepang diwarnai drama ketika sejumlah mobil mengalami masalah massal saat formasi start akibat gangguan perangkat lunak. Fernando Alonso merasa keputusan race control untuk menunda start dan mengembalikan urutan grid awal sebagai tindakan yang tidak adil bagi pembalap lain.
Kekacauan terjadi di garis start ketika beberapa mesin mendadak mogok atau merayap pelan. Alonso yang mengemudikan mobil Aston Martin berhasil bermanuver melewati mobil Ferrari yang dikemudikan oleh Lewis Hamilton. Juara dunia dua kali itu bahkan sempat berada di posisi ke-11 dan siap merebut zona poin sebelum prosedur start dihentikan.
Namun, race control memutuskan untuk mereset susunan grid ke posisi awal untuk percobaan start berikutnya. Keputusan ini membuat Alonso meradang karena merasa timnya tidak pernah mendapatkan keistimewaan serupa ketika mengalami masalah reliabilitas di paruh pertama musim ini, kendati ia akhirnya mampu bangkit dan finis di posisi kedelapan.

Dilansir dari The Race, pembalap asal Spanyol tersebut secara terbuka mempertanyakan keadilan dari keputusan pembatalan tersebut. Menurutnya, mobil-mobil yang mogok di tengah trek seharusnya sudah dianggap keluar dari balapan dan tidak layak mendapatkan kesempatan restart dari posisi semula.
Perdebatan ini kemudian mereda setelah terungkap bahwa masalah massal tersebut disebabkan oleh celah perangkat lunak yang disuplai langsung oleh FIA, bukan kesalahan internal tim. Seluruh kontestan kemudian diwajibkan mengunduh pembaruan perangkat lunak sebelum balapan benar-benar dilanjutkan secara aman.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!