SPONSORED

Guenther Steiner Semprot Aksi Konyol Lando Norris di GP Singapura 2025

Notifikasi
Rizaldi Maulana
Rizaldi Maulana
0
Guenther Steiner Semprot Aksi Konyol Lando Norris di GP Singapura 2025
TO NEWS OVERVIEW
Guenther Steiner Semprot Aksi Konyol Lando Norris di GP Singapura 2025

Eks bos tim Formula 1 Haas, Guenther Steiner, secara terbuka melayangkan kritik pedas terhadap manuver agresif yang dilakukan oleh Lando Norris ketika terlibat insiden senggolan dengan rekan setimnya di kubu McLaren, yakni Oscar Piastri, dalam balapan sprint Grand Prix Singapura.

Insiden menegangkan tersebut terjadi tepat pada lap terakhir sesi sprint. Saat itu, kedua pembalap tengah berjuang mengamankan posisi keempat dan kelima. Secara mengejutkan, Norris mencoba melakukan penyelaman ke sisi dalam melibas rekan setimnya, namun justru berujung pada kontak fisik yang membuat kedua mobil berputar arah di atas lintasan.

Lando Norris McLaren
Lando Norris, McLaren - Photo by: James Sutton / Formula 1 / Formula Motorsport Ltd via Getty Images

Max Verstappen Ungkap Kenangan Spesial Bersama Gianpiero Lambiase di GP Singapura 2026
Baca JugaMax Verstappen Ungkap Kenangan Spesial Bersama Gianpiero Lambiase di GP Singapura 2026

Akibat insiden konyol di pengujung balapan itu, Piastri terpaksa gagal finis dan keluar dari perlombaan. Sementara itu, Norris masih bisa melanjutkan balapan meski harus puas merosot dan hanya mengamankan satu poin tambahan usai menyentuh garis finis di tempat kedelapan.

ADVERTISEMENT

Berbicara dalam siniar The Red Flags Podcast, Steiner tidak kuasa menahan keheranannya atas keputusan gegabah sang pembalap asal Inggris tersebut. Anda benar-benar tidak seharusnya melakukan hal semacam ini di lintasan. Tindakan tersebut sama sekali bukan manuver seorang juara dunia, ujar Steiner mengkritik tajam.

Di sisi lain, Steiner turut memberikan apresiasi tinggi kepada prinsipal tim McLaren, Andrea Stella, atas bagaimana cara kepemimpinannya meredam situasi panas di garasi Woking. Menurutnya, penanganan internal yang tegas membuat sang pembalap akhirnya menyadari kesalahan fatalnya tanpa ada drama politik berkepanjangan.

ADVERTISEMENT

Diskusi & Komentar (0)

Mari Bergabung dalam Diskusi!

Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.

Aman, Cepat & Terenkripsi

Komentar Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

RECOMMENDED FOR YOU