Formula 1, Sportrik Media - Max Verstappen dari Oracle Red Bull Racing merebut pole position untuk Grand Prix Italia 2025 di Monza. Namun, Lewis Hamilton dari Scuderia Ferrari terkena penalti lima posisi, turun ke P10. Akibatnya, grid start berubah signifikan. Artikel ini merangkum grid start yang disesuaikan berdasarkan laporan resmi pada 6 September 2025.
Penalti Hamilton dan Perubahan Grid
Hamilton awalnya finis kelima di kualifikasi. Namun, penalti dari insiden di Zandvoort membuatnya turun ke posisi 10. Oleh karena itu, Charles Leclerc naik ke P4, diikuti George Russell dan Kimi Antonelli dari Mercedes AMG Petronas F1 Team di P5 dan P6. Selain itu, Gabriel Bortoleto dari Stake F1 Team Kick Sauber start di P7, di depan Fernando Alonso dari Aston Martin Aramco F1 Team.

Verstappen Pimpin Grid
Verstappen mengamankan pole dengan waktu 1m18.792s, diikuti Lando Norris dan Oscar Piastri dari McLaren F1 Team di P2 dan P3. Keunggulan Red Bull didukung strategi tim dan keahlian insinyur Adrian Newey. Sementara itu, Red Bull Pit Crew memastikan setup optimal. Sebagai contoh, pengaturan aerodinamika Red Bull unggul di lintasan lurus Monza.
Tantangan Ferrari di Kandang
Penalti Hamilton memengaruhi strategi Scuderia Ferrari. Leclerc harus memimpin harapan tifosi. Meskipun demikian, posisi keempat memberi peluang podium. Di sisi lain, Mercedes AMG Petronas F1 Team di bawah Toto Wolff menunjukkan konsistensi. Tim seperti BWT Alpine F1 Team dan MoneyGram Haas F1 Team berjuang di papan bawah.
Prospek Balapan
Balapan pada 7 September 2025 akan sengit. Verstappen di pole menjadi favorit. Namun, McLaren berpeluang menekan dengan strategi ban. Selain itu, Ferrari akan memanfaatkan dukungan tifosi. Isack Hadjar dan Pierre Gasly start dari pit lane karena pergantian unit daya. Oleh karena itu, Sportrik memprediksi strategi pit stop dan manajemen ban akan menentukan hasil di “Temple of Speed.” Grid tetap provisional hingga konfirmasi FIA.
| POS | FOTO | RIDER / TEAM | PTS |
|---|---|---|---|
|
1
|
|
Andrea Kimi Antonelli
Mercedes
|
100 |
|
2
|
|
George Russell
Mercedes
|
80 |
|
3
|
|
Charles Leclerc
Ferrari
|
63 |
|
4
|
|
Lando Norris
McLaren
|
51 |
|
5
|
|
Lewis Hamilton
Ferrari
|
49 |
|
6
|
|
Oscar Piastri
McLaren
|
43 |
|
7
|
|
Max Verstappen
Red Bull
|
26 |
|
8
|
|
Oliver Bearman
Haas F1 Team
|
17 |
|
9
|
|
Pierre Gasly
Alpine F1 Team
|
16 |
|
10
|
|
Liam Lawson
Racing Bulls
|
10 |
| POS | FOTO | CONSTRUCTOR | PTS |
|---|---|---|---|
|
1
|
|
Mercedes
|
98 |
|
2
|
|
Ferrari
|
67 |
|
3
|
|
McLaren
|
18 |
|
4
|
|
Haas F1 Team
|
17 |
|
5
|
|
Racing Bulls
|
12 |
|
6
|
|
Red Bull
|
12 |
|
7
|
|
Alpine F1 Team
|
10 |
|
8
|
|
Audi
|
2 |
|
9
|
|
Williams
|
2 |
|
10
|
|
Aston Martin
|
0 |
Baca Juga
Fernando Alonso mengungkap pertimbangan besar terkait masa depannya di Formula 1 di tengah sulitnya musim Aston Martin 2026.
James Hinchcliffe membela Lewis Hamilton setelah pembalap Ferrari itu mengeluhkan perbedaan besar antara simulator dan mobil asli Formula 1.
Alpine dikabarkan merekrut mantan kepala aerodinamika FIA Jason Somerville untuk memperkuat proyek Formula 1 2026 mereka.
Berlangganan Newsletter
Dapatkan update berita balap terbaru langsung di email Anda.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!