Manuel Gonzalez memasuki paruh musim Moto2 2026 dengan status pemuncak klasemen. Namun di Silverstone, ia justru mencatat hasil terburuk musim ini: P14. Bukan karena masalah teknis, melainkan sebuah kekeliruan yang membuatnya kehilangan peluang emas meraih kemenangan kelima.
Momen itu terjadi di lap terakhir. Manuel Gonzalez mengira balapan sudah selesai satu lap lebih cepat. Ia sempat melambat dan mulai merayakan, tapi Dani Holgado di belakangnya tidak melakukan hal yang sama. Akibatnya, Gonzalez kehilangan momentum dan harus puas finis di luar zona poin besar.
“Jujur, saya tidak tahu bagaimana menjelaskannya,” ujarnya kepada AS usai balapan, seperti dilansir FormulaPassion. “Saya melewati beberapa lap mencari tanda lap terakhir dan tidak yakin. Di lap kedua dari akhir, saya melihat L1 di dasbor dan mengira itu lap terakhir.”

Kekeliruan ini mengingatkan pada insiden serupa yang dialami Julian Simon di Barcelona 2009 dan Aleix Espargaro pada 2022. Namun bagi Gonzalez, ini bukan sekadar kesalahan individu. Ia juga menyoroti sistem penghitung lap yang dinilainya kurang jelas di sirkuit tertentu.
“Saya biasanya melihat papan di garis start, tapi di Silverstone garis finisnya langsung setelah tikungan, jadi tidak ada waktu untuk melihat,” jelasnya. “Teknisi saya bilang sistemnya memang seperti itu, tapi ini menjadi salah paham yang merugikan.”
Dampaknya terasa di klasemen. Meski masih memimpin, keunggulan Gonzalez atas para pesaingnya menyusut. Ia mengaku kecewa, tapi menegaskan akan bangkit di seri berikutnya. “Saya sudah berusaha maksimal setelah insiden itu, tapi kontak dengan Holgado membuat peluang menang tertutup,” tutupnya.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!