Kabar mengejutkan datang dari paddock Moto2. Marc VDS Racing Team memastikan akan mengakhiri perjalanan mereka di kelas intermediate pada akhir musim 2026. Keputusan ini diambil hanya dua setengah bulan setelah kepergian pendiri mereka, Marc van der Straten, pada 5 Juli lalu. Tim asal Belgia ini memilih untuk mengalihkan seluruh fokus ke Kejuaraan Dunia Superbike (WorldSBK) mulai 2027.
Marc van der Straten bukan sekadar pemilik tim. Pria yang dikenal sebagai pengusaha sukses ini adalah salah satu pendukung terbesar pembalap swasta di dunia motorsport selama puluhan tahun. Proyeknya di Moto2 dan WorldSBK menjadi warisan yang tak ternilai. Kini, tanpa sosoknya, tim memutuskan untuk menutup babak Moto2 dan memulai lembaran baru di WorldSBK. Marc VDS memang telah menjadi nama yang lekat dengan kesuksesan di kelas menengah, tapi tak selamanya bisa bertahan tanpa figur sentral seperti Van der Straten.
Canet dan Oncu Sudah Punya Pelabuhan Baru
Kepergian Marc VDS dari Moto2 membuat dua pembalapnya, Aron Canet dan Deniz Oncu, harus mencari tempat baru. Keduanya sudah mengamankan kursi untuk musim 2027. Canet, yang sebenarnya masih terikat kontrak dengan Marc VDS hingga akhir 2028, akan tetap berlaga di Moto2 bersama REDS Fantic. Ia akan berbagi garasi dengan pembalap Belgia, Barry Baltus, dan mengisi posisi yang ditinggalkan Tony Arbolino. Sementara itu, Deniz Oncu, pembalap muda Turki berusia 23 tahun, akan meninggalkan Boscoscuro dan kembali ke Kalex setelah mencapai kesepakatan dengan Momovem RW. Tim ini dekat dengan lingkungannya, terutama karena Oncu dikelola oleh Kenan Sofuoglu dan memiliki hubungan erat dengan Toprak Razgatlioglu.

Kepindahan Canet ke REDS Fantic menandai babak baru dalam kariernya. Pembalap Spanyol itu sempat menunjukkan performa menjanjikan, namun belum berhasil meraih gelar. Di sisi lain, Oncu kembali ke Kalex setelah sebelumnya mencoba peruntungan dengan Boscoscuro. Langkah ini bisa jadi batu loncatan untuk menunjukkan potensinya di kelas Moto2 yang kompetitif.
Warisan Tiga Gelar Dunia dan Jejak di MotoGP
Marc VDS meninggalkan Moto2 dengan catatan prestasi yang mengesankan. Tiga gelar juara dunia berhasil mereka raih bersama Tito Rabat, Franco Morbidelli, dan Alex Marquez. Nama-nama itu menjadi bagian penting dalam sejarah kelas Moto2. Tim yang pernah dikelola oleh Michael Bartholemy ini juga sempat mencicipi MotoGP antara 2015 dan 2018 dengan motor Honda. Momen paling berkesan tentu saja kemenangan Jack Miller di kelas premier, yang menjadi satu-satunya kemenangan Marc VDS di MotoGP.
Kehilangan Marc VDS tentu meninggalkan lubang besar di grid Moto2. Setidaknya dua slot akan kosong dan tidak akan diisi oleh tim baru, sehingga jumlah pembalap di Moto2 musim 2027 menyusut menjadi 28 orang. Promotor kejuaraan, Liberty, bahkan mempertimbangkan untuk memangkasnya lagi menjadi 26 peserta dalam jangka menengah. Ini adalah sinyal bahwa era kejayaan tim swasta di Moto2 mungkin mulai memudar. Namun, di WorldSBK, proyek Marc VDS akan terus berjalan di bawah arahan Marina Rossi, istri dari Sam Lowes. Lowes akan tetap menjadi satu-satunya pembalap tim meskipun ada rumor tentang kemungkinan menambah satu motor lagi.
Keputusan Marc VDS untuk hengkang dari Moto2 adalah pukulan telak bagi para penggemar yang telah menyaksikan perjalanan tim ini selama bertahun-tahun. Tapi ini juga bagian dari dinamika motorsport, di mana prioritas dan kondisi bisa berubah. Yang jelas, warisan Marc van der Straten akan terus hidup melalui tim yang kini fokus di WorldSBK. Masa depan Moto2 pun akan menarik untuk disimak, apakah akan ada tim swasta lain yang mengikuti jejak Marc VDS, atau justru semakin didominasi oleh tim pabrikan.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!