SPONSORED

Alpine Ungkap Peran Tersembunyi Daniil Kvyat di F1 2026

Notifikasi
Rizaldi Maulana
Rizaldi Maulana
0
Alpine Ungkap Peran Tersembunyi Daniil Kvyat di F1 2026
TO NEWS OVERVIEW
Alpine Ungkap Peran Tersembunyi Daniil Kvyat di F1 2026

Alpine secara mengejutkan mengungkap aset tersembunyi yang menopang kebangkitan mereka di Formula 1 musim ini: mantan pembalap Red Bull dan peraih podium, Daniil Kvyat. Pembalap Rusia itu diam-diam kembali ke tim Enstone sebagai driver simulator, peran yang tidak banyak disorot publik.

Kvyat bukan nama asing di paddock. Ia memulai 110 grand prix antara 2014 hingga 2020, sempat membalap untuk tim-tim Red Bull dalam beberapa periode, dan menghabiskan satu tahun di sisi lain sebagai driver simulator Ferrari pada 2018. Sebelumnya, pada 2021, ia juga sempat menjadi driver reservasi Alpine. Kini, pengalamannya kembali dimanfaatkan untuk membantu tim yang sedang dalam proses pemulihan performa.

Peran Kvyat di Alpine sengaja tidak banyak diumbar. Ia berbagi tugas simulator dengan driver reservasi Paul Aron dan Kush Maini. Namun, kontribusinya lebih dari sekadar pengembangan mobil. Saat Aron harus hadir di sirkuit untuk balapan jauh, Kvyat mengambil alih tugas dukungan akhir pekan. Ia juga menjaga komunikasi langsung dengan pembalap utama Pierre Gasly, rekan setimnya di tim junior Red Bull dulu, untuk memberikan umpan balik teknis secara real-time.

Williams F1: Upgrade Berat Bodi Terbayar di Baku, Q3 Kejutan?
Baca JugaWilliams F1: Upgrade Berat Bodi Terbayar di Baku, Q3 Kejutan?

Kabar yang beredar menyebut Kvyat berperan signifikan dalam pembalikan performa Alpine di akhir pekan Jepang dan Kanada. Tim yang bermarkas di Enstone itu memang sedang menikmati musim yang jauh lebih baik. Regulasi baru dan peralihan ke mesin Mercedes telah melontarkan mereka kembali ke depan barisan tengah, sesuatu yang mungkin tidak terlepas dari kerja keras di balik layar.

ADVERTISEMENT

Sejak meninggalkan F1, Kvyat menjelajahi berbagai disiplin balap: NASCAR, sportscar kelas atas, Formula E, bahkan menjadi driver referensi yang bersaing dengan kendaraan otonom di Abu Dhabi. Tahun ini, ia berlaga di seri Super GT Jepang di kelas GT300 bersama pembalap veteran Takashi Kogure. Keduanya saat ini berada di peringkat 16 klasemen dengan hasil terbaik finis keenam di kelasnya.

Bagi Alpine, kehadiran Kvyat adalah aset tak terlihat yang berharga. Tim yang tengah berjuang menegaskan identitasnya di papan tengah ini membutuhkan sosok dengan wawasan luas dan kemampuan umpan balik yang tajam. Kvyat, dengan segudang pengalaman di berbagai ajang, menjadi jembatan antara data simulator dan aksi di lintasan.

Dengan performa Alpine yang terus menanjak, peran Kvyat mungkin akan semakin krusial. Jika tim mampu mempertahankan momentum, bisa jadi nama Kvyat akan lebih sering disebut sebagai salah satu kunci kebangkitan mereka, meski dari balik layar.

ADVERTISEMENT

Diskusi & Komentar (0)

Mari Bergabung dalam Diskusi!

Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.

Aman, Cepat & Terenkripsi

Komentar Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

RECOMMENDED FOR YOU