Jelang Grand Prix Austria 2025 di Red Bull Ring, George Russell mengungkapkan bahwa penundaan kontrak barunya dengan Mercedes mungkin terkait upaya tim mengejar Max Verstappen. Meski tampil gemilang dengan kemenangan di Kanada dan empat podium di musim 2025, Russell tetap santai menghadapi spekulasi, menegaskan performanya sebagai jaminan masa depan.
“Saya tidak khawatir. Wajar jika Mercedes berbicara dengan Verstappen, karena mereka ingin yang terbaik untuk kembali ke puncak.”
Russell menjelaskan bahwa penundaan kontraknya, yang berakhir akhir 2025, mungkin karena ambisi Mercedes merekrut Verstappen, juara dunia empat kali. Meski Toto Wolff menyebut kesepakatan dengan Russell tinggal masalah waktu, ketertarikan pada Verstappen, yang memiliki klausul keluar dari Red Bull jika tidak di empat besar klasemen, tetap ada. Russell yakin performanya, termasuk kemenangan di Kanada, menjamin posisinya.

“Jika saya terus tampil seperti ini, saya tidak punya alasan untuk khawatir. Performa adalah mata uang saya.”
Russell menegaskan kepercayaan dirinya, didukung oleh posisinya di urutan keempat klasemen, hanya 19 poin di belakang Verstappen. Meski bersaing ketat dengan Verstappen di lintasan, termasuk insiden di Spanyol, ia tidak mempermasalahkan spekulasi, memahami daya tarik Verstappen sebagai “salah satu yang terhebat.” Mercedes fokus memperbaiki mobil W16 untuk 2026, menambah ketidakpastian kontrak.
Pernyataan Russell mencerminkan kematangan menghadapi spekulasi transfer. Dengan Kimi Antonelli sebagai proyek jangka panjang Mercedes, Russell tetap menjadi pemimpin tim, mengungguli Lewis Hamilton di musim sebelumnya. Namun, ketertarikan Wolff pada Verstappen, didorong oleh regulasi baru 2026, menunjukkan ambisi besar Mercedes. Di Red Bull Ring (4,318 km, 71 lap), Russell berpeluang memperkuat posisinya dengan podium, asalkan menghindari insiden seperti di Spanyol.
Ikuti aksi George Russell di F1 GP Austria 2025 di SPORTRIK untuk pembaruan real-time dan analisis Formula 1.
| POS | FOTO | RIDER / TEAM | PTS |
|---|---|---|---|
|
1
|
|
George Russell
Mercedes
|
51 |
|
2
|
|
Andrea Kimi Antonelli
Mercedes
|
47 |
|
3
|
|
Charles Leclerc
Ferrari
|
34 |
|
4
|
|
Lewis Hamilton
Ferrari
|
33 |
|
5
|
|
Oliver Bearman
Haas F1 Team
|
17 |
|
6
|
|
Lando Norris
McLaren
|
15 |
|
7
|
|
Pierre Gasly
Alpine F1 Team
|
9 |
|
8
|
|
Liam Lawson
Racing Bulls
|
8 |
|
9
|
|
Max Verstappen
Red Bull
|
8 |
|
10
|
|
Arvid Lindblad
Racing Bulls
|
4 |
| POS | FOTO | CONSTRUCTOR | PTS |
|---|---|---|---|
|
1
|
|
Mercedes
|
98 |
|
2
|
|
Ferrari
|
67 |
|
3
|
|
McLaren
|
18 |
|
4
|
|
Haas F1 Team
|
17 |
|
5
|
|
Racing Bulls
|
12 |
|
6
|
|
Red Bull
|
12 |
|
7
|
|
Alpine F1 Team
|
10 |
|
8
|
|
Audi
|
2 |
|
9
|
|
Williams
|
2 |
|
10
|
|
Aston Martin
|
0 |
Baca Juga
Ancaman hujan di GP Jepang 2026 berkurang, menghindarkan pembalap F1 dari debut mobil baru 2026 di kondisi basah di Suzuka.
Toto Wolff ungkap Mercedes nyaris alami bencana di awal dominan F1 2026 meski raih hasil sempurna bersama Russell dan Antonelli.
Kimi Antonelli diragukan mampu lawan George Russell dalam perebutan gelar F1 2026 bersama Mercedes menurut analisis James Hinchcliffe.
Berlangganan Newsletter
Dapatkan update berita balap terbaru langsung di email Anda.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!