George Russell menghadapi kenyataan pahit di Sirkuit Sepang setelah masalah teknis merenggut podium yang sudah di depan mata. Membawa momentum positif usai kemenangan brilian di Baku, pembalap asal Inggris ini justru harus memarkir W15 miliknya di tepi lintasan pada lap ke-50 akibat masalah unit daya yang mendadak.
Sempat memimpin jalannya balapan di fase awal, ritme Russell perlahan stabil di posisi ketiga di belakang sang juara bertahan dan rekan setimnya di Mercedes, Kimi Antonelli. Kehilangan poin krusial di pengujung lomba ini membuat defisit kejuaraannya membengkak secara drastis menjadi 84 poin dengan sedikit balapan tersisa musim ini.
Alih-alih meratap secara berlebihan, sang pembalap merespons nasib sialnya dengan senyuman kecut di paddock. Bagi pebalap berusia 28 tahun tersebut, kegagalan mekanis semacam ini sudah terlalu sering terjadi dan menggerus peluang matematisnya dalam perburuan gelar juara dunia Formula 1 tahun ini.

Dilansir dari Crash.net, ia mengakui bahwa peluangnya kini berada di ambang musnah dan hanya keajaiban besar yang bisa menyelamatkan asa titlenya. Meski demikian, ia menegaskan komitmennya untuk tetap berjuang secara maksimal hingga seri pemungkas musim bergulir.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!