FIA akhirnya memberikan penjelasan resmi terkait insiden hilangnya tenaga mesin yang dialami sejumlah pembalap saat putaran formasi GP Bahrain di Sirkuit Sepang. Max Verstappen dan Lewis Hamilton yang mengisi barisan terdepan menjadi korban utama dari kendala teknis tak terduga tersebut, memaksa otoritas balap menunda prosedur start.
Dilansir dari Crash.net, kombinasi unik antara kecepatan mesin yang rendah, kondisi trek basah, pengaturan manajemen energi khusus hujan, serta konfigurasi sektor di Sepang menjadi akar permasalahan. Situasi ini memicu pembatasan energi yang tidak diinginkan pada unit daya mobil peserta.
Menanggapi situasi darurat ini, Departemen Teknik FIA bergerak cepat dengan merilis pembaruan perangkat lunak darurat. Software baru tersebut dikirimkan ke seluruh garasi tim untuk menghapus batasan energi di sektor-sektor yang bermasalah selama penundaan balapan akibat hujan lebat.

Kendati masalah berhasil diatasi sebelum lampu padam, FIA mengakui bahwa anomali ini sama sekali tidak terdeteksi selama sesi pengujian maupun saat putaran menuju grid sebelumnya. Langkah investigasi mendalam kini tengah digodok bersama para pabrikan power unit.
Evaluasi menyeluruh ini krusial untuk mencegah terulangnya insiden serupa pada balapan kandang berikutnya. Kolaborasi antara FIA dan para insinyur pabrikan diharapkan mampu menghasilkan solusi jangka panjang bagi kalender modern.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!