Formula 1, Sportrik Media - George Russell membela regulasi teknis Formula 1 2026 setelah kritik tajam dari Max Verstappen yang menyebut aturan baru sebagai “anti-balap” dan menyerupai “Formula E dengan tenaga berlebih”.
Mulai musim 2026, unit daya F1 mengalami perubahan besar dengan penghapusan MGU-H, penggunaan bahan bakar sepenuhnya berkelanjutan, serta distribusi tenaga 50-50 antara mesin pembakaran internal dan sistem listrik dengan baterai yang ditingkatkan. Output energi listrik meningkat menjadi sekitar 350 kW dibanding 120 kW pada 2025. Regulasi ini juga menjadi faktor kunci dalam menarik pabrikan seperti Audi untuk masuk sebagai tim pabrikan penuh, dengan dukungan teknis dari Ford dan keterlibatan kembali Honda sebagai pemasok unit daya.
Perubahan tersebut meningkatkan kompleksitas manajemen energi bagi pembalap, terutama dalam fase deployment dan harvesting. Verstappen mengkritik pendekatan ini karena dinilai terlalu membatasi kebebasan balap. Namun Russell menilai bahwa arah regulasi tidak bisa dilepaskan dari dinamika industri otomotif global dan kebutuhan menarik pabrikan besar.
“Kita tentu ingin mobil tercepat dan terbaik, tetapi tidak semua hal bisa memenuhi setiap keinginan,” ujar Russell kepada media internasional.
Ia menjelaskan bahwa dorongan elektrifikasi di Eropa menjadi bagian penting dari kerangka regulasi baru, termasuk dalam meyakinkan Audi untuk berkomitmen di Formula 1.
“Ada banyak hal yang dipertaruhkan. Ketika regulasi ini diperkenalkan, ada dorongan besar terhadap kendaraan listrik di Uni Eropa, dan itu menjadi faktor penting bagi Audi untuk masuk. Jadi harus ada pertimbangan tersebut.”
Russell juga menyoroti perbedaan sudut pandang antara penggemar lama yang merindukan era mesin V10 dan V8 dengan audiens baru yang mengenal F1 melalui platform digital dan serial dokumenter. Menurutnya, Formula 1 tidak mungkin memuaskan seluruh spektrum ekspektasi.
“Kita semua menyukai V10 dan V8 yang berisik, tetapi sebagian penonton mungkin juga senang bisa berbicara saat menonton balapan. Kita tidak bisa menyenangkan semua orang.”
Ia menutup dengan pernyataan yang secara implisit menanggapi komentar Verstappen, menegaskan bahwa pada akhirnya setiap pembalap harus beradaptasi dengan regulasi yang berlaku.
“Pada akhirnya saya hanya ingin menang. Setiap pembalap tentu ingin mobil terbaik dan paling menyenangkan untuk dikendarai, tetapi itulah realitasnya.”
Regulasi 2026 akan menjadi fase transisi strategis bagi Formula 1, dengan keseimbangan baru antara performa, keberlanjutan, dan daya tarik industri. Implementasinya diperkirakan akan membentuk ulang dinamika kompetitif sekaligus memperluas lanskap teknis kejuaraan dunia tersebut.



Diskusi & Komentar (0)
Silakan login untuk ikut berdiskusi.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!