Gawat! Pierre Wache Akui Red Bull Tertinggal, Sebut Mobil 2026 Punya Kelemahan Besar Ini

Max Verstappen
© XPBimages

Formula 1, Sportrik Media - Direktur teknis Red Bull, Pierre Wache, menilai timnya belum menjadi acuan performa jelang musim F1 2026. Ia menyebut Ferrari, Mercedes dan McLaren berada di depan berdasarkan analisis internal usai tes pramusim pertama di Bahrain.

Berbicara di sela tes resmi di Bahrain International Circuit, Wache menegaskan bahwa Red Bull bukan “benchmark”, meski sejumlah rival sempat menilai tim Milton Keynes tampil impresif pada hari pertama. Menurutnya, evaluasi awal menunjukkan RB22 masih tertinggal dari SF-26, W17 dan MCL40.

“Kami bukan benchmark, itu pasti,” ujar Wache kepada media internasional. “Kami melihat tiga tim teratas — Ferrari, Mercedes dan McLaren — berada di depan kami berdasarkan analisis kami. Kami berada di belakang.”

Max Verstappen Mulai Waspada: Intip Rival Utama 2026 di Tengah Panasnya Tes Bahrain
Baca JugaMax Verstappen Mulai Waspada: Intip Rival Utama 2026 di Tengah Panasnya Tes Bahrain

Ia mengakui bahwa pembacaan performa masih dipengaruhi berbagai variabel seperti level bahan bakar, mode mesin, serta program run masing-masing tim. Namun, indikasi awal tetap menunjukkan adanya defisit.

Mercedes mencatat waktu tercepat pada hari terakhir tes pertama, sementara McLaren dan Ferrari masing-masing memimpin hari pertama dan kedua. Meski demikian, Wache menekankan bahwa fokus utama Red Bull adalah meningkatkan performa internal ketimbang membandingkan data eksternal.

Ketika ditanya mengenai area kelemahan RB22, Wache menyebut traksi di tikungan lambat dan menengah masih menjadi tantangan utama. Hal ini sejalan dengan umpan balik dari Max Verstappen dan Isack Hadjar.

ADVERTISEMENT

“Kami jelas melihat beberapa kelemahan pada mobil. Traksi di tikungan lambat dan menengah — itu bukan kekuatan kami tahun lalu, dan mereka masih lebih kuat dari kami di area tersebut.”

Ia juga menyoroti bahwa regulasi 2026 dengan tingkat downforce lebih rendah meningkatkan kompleksitas pengelolaan grip mekanis.

“Tantangan untuk mengelola traksi setelah tikungan lambat sangat tinggi, dan itu bisa menjadi salah satu kunci musim ini.”

Meski Verstappen sempat menarik perhatian dengan teknik manajemen energi unik saat tes, termasuk penggunaan gigi satu untuk memaksimalkan harvesting, Wache tidak menilai pendekatan tersebut sebagai indikator dominasi.

Penilaian performa sesungguhnya, menurutnya, baru dapat dilakukan ketika seluruh tim menjalankan program kualifikasi dengan level bahan bakar setara pada seri pembuka di Melbourne.

ADVERTISEMENT

Dengan kesadaran akan kelemahan di area spesifik dan fokus pada pengembangan internal, Red Bull memasuki musim 2026 dalam posisi mengejar, bukan memimpin, menurut evaluasi teknis internal mereka sendiri.

Diskusi & Komentar (0)

Komentar Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Live Commentary / Indonesia Live Komentar

LIVE NOW

WRC 2026, Analisis & Rumor Hangat

TONTON SEKARANG
RECOMMENDED FOR YOU