Formula 1, Sportrik Media - Franco Colapinto mengungkap situasi berbahaya yang hampir memicu kecelakaan besar pada start Grand Prix Australia 2026 di Sirkuit Albert Park, Melbourne. Pembalap Alpine itu mengaku nyaris menabrak mobil Liam Lawson setelah pembalap Racing Bulls tersebut mengalami start yang sangat lambat.
Insiden tersebut tidak terlihat dalam tayangan ulang televisi. Colapinto menjelaskan bahwa ia harus membelok tajam ke sisi kanan pada detik terakhir untuk menghindari Lawson yang masih tertahan di grid, sementara pandangannya juga terhalang oleh mobil lain di depannya pada fase awal start.
Situasi itu terjadi di tengah penerapan prosedur start baru Formula 1 musim 2026 yang dirancang untuk memberikan waktu kepada pembalap mempersiapkan turbo sebelum start. Sistem baru ini mencakup periode lima detik untuk membangun putaran turbo setelah penghapusan komponen MGU-H pada unit daya generasi terbaru.

Namun ketika lampu start menyala, lampu tersebut padam hampir seketika, sesuatu yang sebelumnya juga disoroti oleh pembalap Ferrari, Charles Leclerc, sebagai keputusan yang mengejutkan para pembalap di grid.
“Saya hampir mengalami kecelakaan besar dengan Liam karena dia tertahan di grid, dan saya benar-benar beruntung bisa melewati lap pertama,” ujar Colapinto.
“Saya sangat, sangat beruntung. Dengan mobil baru ini memang banyak hal bisa terjadi, tetapi dari video terlihat situasinya sangat berbahaya.”
“Saya bersyukur bisa melewati momen itu, meskipun saya sedikit menyentuh dinding dengan ban kanan belakang.”
Setelah insiden tersebut, balapan Colapinto juga diwarnai penalti stop/go karena anggota tim menyentuh mobil setelah sinyal 15 detik sebelum start diberikan. Pembalap Argentina itu akhirnya finis di posisi ke-14, satu tempat di belakang Lawson yang menyelesaikan lomba di posisi ke-13.
Colapinto menambahkan bahwa tim sebenarnya berharap hasil yang lebih baik setelah performa menjanjikan selama pengujian pramusim di Bahrain. Namun sepanjang akhir pekan di Melbourne, Alpine kesulitan menemukan kecepatan yang cukup untuk bersaing di papan tengah.
“Secara umum kami memang kesulitan menemukan kecepatan sepanjang akhir pekan ini,” kata Colapinto.
“Kami berharap hasil yang jauh lebih baik setelah tes di Bahrain, tetapi ini memang menjadi sore yang sulit bagi kami.”
Insiden pada start tersebut menjadi salah satu momen dramatis di balapan pembuka musim Formula 1 2026, yang berlangsung penuh kejadian dan strategi krusial menjelang seri berikutnya dalam kalender kejuaraan dunia.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!