Advertisement Sportrik
15s

FIA Ubah Aturan Kontroversial Usai Kritik Keras Carlos Sainz Jr

FIA Ubah Aturan Kontroversial Usai Kritik Keras Carlos Sainz Jr
© XPBimages

Formula 1, Sportrik Media - Federasi otomotif dunia FIA resmi melakukan revisi pada pedoman standar mengemudi dan sistem penalti di Formula 1 setelah mendapat kritik kuat dari para pembalap sepanjang musim 2025. Perubahan ini merupakan hasil diskusi intens antara otoritas balap dan para pembalap yang digelar di Sirkuit Lusail pada akhir musim lalu.

Revisi tersebut muncul setelah sejumlah keputusan steward memicu kontroversi, termasuk penalti waktu yang diberikan kepada Carlos Sainz Jr akibat insiden dengan Liam Lawson pada lap pembuka Grand Prix Belanda 2025. Dalam kejadian di tikungan pertama itu, Sainz dianggap menyebabkan tabrakan dan dijatuhi penalti waktu serta dua poin penalti pada superlicence.

Namun, tim Williams Racing kemudian mengajukan hak peninjauan ulang kepada FIA. Proses tersebut berujung pada penghapusan poin penalti dari lisensi superlicence Sainz setelah panel steward menilai terdapat bukti tambahan yang signifikan.

Max Verstappen Rusak Mobil Red Bull di FP2 F1 Australia 2026
Baca JugaMax Verstappen Rusak Mobil Red Bull di FP2 F1 Australia 2026

Untuk musim 2026, FIA menetapkan bahwa poin penalti hanya akan diberikan kepada pembalap dalam kasus “tindakan berbahaya, ceroboh, atau tampak disengaja yang menyebabkan tabrakan,” serta perilaku yang dianggap tidak sportif di lintasan. Perubahan ini dimaksudkan untuk memberikan kejelasan lebih besar bagi steward saat mengevaluasi insiden balapan.

ADVERTISEMENT

Pedoman baru juga memberikan fleksibilitas lebih kepada steward dalam menilai situasi tertentu. Misalnya, jika seorang pembalap mengalami penguncian roda saat mencoba menghindari tabrakan, steward dapat mempertimbangkan faktor “hukum fisika” ketika mobil sudah tidak dapat dikendalikan sepenuhnya oleh pembalap.

Isu lain yang ikut direvisi adalah praktik menyalip dengan menyelam ke apex tikungan untuk mendapatkan hak ruang balap. Situasi ini sebelumnya menjadi sorotan setelah duel antara Max Verstappen dan Lando Norris pada Grand Prix Amerika Serikat dan Meksiko 2024. Dalam pedoman baru, FIA menegaskan bahwa meskipun sebuah mobil berhasil mendapatkan posisi di tikungan, mobil rival “tidak dapat begitu saja menghilang,” sehingga ruang balap tetap harus diperhitungkan.

FIA juga menyesuaikan interpretasi perilaku pembalap saat kondisi bendera kuning dan bendera biru untuk memastikan konsistensi penegakan aturan. Dengan regulasi yang diperbarui menjelang musim 2026, badan pengatur berharap standar penilaian insiden menjadi lebih transparan sekaligus mengurangi potensi kontroversi steward sepanjang kejuaraan.

ADVERTISEMENT

Diskusi & Komentar (0)

Mari Bergabung dalam Diskusi!

Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.

Proses masuk cepat, aman, dan tanpa ribet.

Komentar Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Live Commentary / Indonesia Live Komentar

LIVE NOW

WRC 2026, Analisis & Rumor Hangat

TONTON SEKARANG
RECOMMENDED FOR YOU