Badan pengatur motorsport internasional telah merampungkan investigasi mendalam menyusul insiden kacau yang terjadi pada pembukaan balapan di Sirkuit Sepang, Malaysia. Berdasarkan laporan resmi yang dirilis menjelang Grand Prix Singapura, FIA mengonfirmasi bahwa masalah utama yang membuat separuh grid terhenti di belakang mobil keselamatan disebabkan oleh celah perangkat lunak yang kompleks.
Direktur Kursi Tunggal Nikolas Tombazis menjelaskan bahwa investigasi difokuskan pada empat area krusial. Tinjauan tersebut menyimpulkan bahwa beberapa mobil yang melaju pada putaran mesin rendah di sektor sirkuit tertentu mengalami pemotongan daya sebesar 250kW yang berlebihan dan tidak dapat dipulihkan kembali.

Bug perangkat lunak ini mengakibatkan motor listrik terkunci di bagian paling lambat sirkuit. Tanpa pasokan daya listrik untuk mengatasi jeda turbo, mobil-mobil dari tim seperti yang dikemudikan oleh Lewis Hamilton bersama Ferrari tidak merespons ketika pedal gas ditekan oleh para pembalap di atas lintasan basah.
Sebagai langkah penanggulangan darurat, FIA langsung mendistribusikan pembaruan perangkat lunak kilat kepada seluruh tim dan pabrikan sebelum balapan dilanjutkan di Malaysia. Konfigurasi sementara tersebut akan kembali diterapkan di Singapura jika kondisi cuaca basah kembali terulang.
Dilansir dari Motorsport.com, Nikolas Tombazis menegaskan bahwa pembaruan perangkat lunak cuaca basah yang lebih permanen akan diperkenalkan menjelang akhir pekan balap di Austin. Kurangnya pengujian dalam kondisi lintasan basah pada mesin regulasi baru disebut menjadi faktor utama mengapa masalah ini luput dari deteksi awal.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!