Eks pimpinan tim Red Bull, Christian Horner, dilaporkan menerima total pembayaran fantastis senilai lebih dari £67 juta setelah dirinya resmi diberhentikan dari posisinya di ajang Formula 1. Berdasarkan laporan keuangan terbaru Red Bull Technology Limited untuk tahun 2025, pria berusia 52 tahun asal Inggris ini juga mengantongi tambahan dana sebesar £9,029 juta sebagai kompensasi atas kehilangan jabatannya. Angka masif tersebut secara keseluruhan membawa total paket pesangon yang diterimanya menyentuh angka sedikit di atas £76 juta atau setara dengan kisaran nilai rupiah yang sangat masif.
Pemecatan ini terjadi pada hari-hari selepas gelaran Grand Prix Inggris 2025 di Silverstone, yang sekaligus mengakhiri masa bakti suksesnya selama dua dekade penuh di pucuk pimpinan skuad Milton Keynes. Dalam sebuah wawancara eksklusif baru-baru ini bersama The Times, Christian Horner mengonfirmasi bahwa kontraknya saat itu sebetulnya masih menyisakan durasi enam tahun lagi ketika keputusan pemecatan tersebut dijatuhkan kepadanya. Proses panjang penyelesaian sisa kontrak ini akhirnya tuntas dicapai pada bulan September 2025 menyusul dinamika internal yang cukup pelat.
Keputusan mendepak Christian Horner sendiri diambil selang lebih dari satu tahun setelah seorang pegawai perempuan mengajukan tuduhan terkait perilaku tidak pantas terhadap dirinya. Kendati demikian, ia secara konsisten selalu membantah segala bentuk kesalahan dan telah dibersihkan sepenuhnya melalui dua investigasi terpisah yang secara resmi menolak serta mendiskualifikasi pengaduan dari staf tersebut. Sejak lengser dari panggung utama skuad, namanya terus-menerus dikaitkan dengan bursa transfer figur penting untuk kembali turun gunung ke kancah Formula 1.

Spekulasi mengenai masa depan kursi panas pimpinan tim Ferrari, Fred Vasseur, belakangan ini kembali menyeret namanya ke dalam pusaran rumor bergabungnya sang mantan bos ke kubu Kuda Jingkrak asal Italia itu. Christian Horner bahkan semakin memanaskan situasi lewat pengakuannya secara terbuka untuk kali pertama bahwa dirinya menaruh minat besar bergabung dengan Ferrari, sembari mendeskripsikan posisi tertinggi di Maranello tersebut sebagai sebuah impian terbesar dalam dunia Formula 1.
Di sisi lain, figur penting di balik proyek mesin anyar ini tetap memberikan apresiasi atas pencapaian positif mantan skuadnya ketika bintang utama Max Verstappen sukses mengamankan kemenangan perdana yang bersejarah bagi Red Bull bersama partner mesin baru Ford. "Dari lubang di tanah hingga menjadi pemenang balapan dalam kurun waktu lima tahun," tulis Christian Horner lewat unggahan cerita media sosialnya, memberikan sanjungan khusus kepada Max Verstappen beserta seluruh kru atas pencapaian luar biasa tersebut.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!