Red Bull hanya menerima peringatan setelah insiden aneh yang melibatkan Max Verstappen pada sesi latihan bebas kedua (FP2) Grand Prix Hungaria. Analisis mendalam SPORTRIK menyoroti penjelasan FIA mengapa tim tidak mendapat hukuman berat meskipun Verstappen melempar kain kecil dari kokpit RB21.
Insiden Kain di Tikungan 3
Selama FP2 di Hungaroring, Verstappen terlihat melempar kain kecil dari kokpitnya di Tikungan 3. Oleh karena itu, FIA menyelidiki insiden ini karena benda yang ditinggalkan di kokpit dianggap pelanggaran potensial. Verstappen melambat dan berpindah ke sisi dalam lintasan untuk membuang kain tersebut. Namun, kain itu tetap berada di aspal hingga sesi berakhir. Meskipun demikian, kain berada jauh dari racing line, sehingga tidak mengganggu pembalap lain. Dengan demikian, FIA menilai insiden ini tidak terlalu berbahaya.
Penjelasan FIA dan Peringatan
Menurut laporan steward FIA, Verstappen menjelaskan bahwa kain wajah tersebut terlepas dari pangkuannya ke sisi kursi saat di garasi. Tim tidak menyadari kain itu tertinggal di kokpit. Ketika menyadarinya, Verstappen berusaha membuangnya sejauh mungkin dari lintasan. Oleh karena itu, steward memutuskan bahwa kain tersebut berpotensi mengganggu kontrol mobil jika tersangkut di area kaki. Namun, karena kain bersifat lembut dan tidak berbahaya seperti benda keras, Red Bull hanya mendapat peringatan. Dengan demikian, hukuman berat seperti denda dihindari.

Konteks Performa Verstappen
Insiden ini terjadi saat Verstappen kesulitan di FP2, finis di posisi ke-14, tertinggal 1,1 detik dari Lando Norris dari McLaren. Selain itu, performa Red Bull di Hungaroring menunjukkan tantangan teknis. Oleh karena itu, peringatan ini menjadi tambahan tekanan bagi tim. Meskipun demikian, Verstappen tetap fokus untuk memperbaiki performa di kualifikasi.
Prospek Balapan Akhir Pekan
Peringatan ini tidak memengaruhi posisi start Verstappen. Namun, Red Bull perlu meningkatkan performa untuk menyaingi McLaren dan Ferrari. SPORTRIK memprediksi bahwa strategi ban dan penyesuaian mobil akan krusial di kualifikasi. Dengan demikian, Verstappen harus memaksimalkan sesi berikutnya.
Untuk pembaruan Formula 1, kunjungi SPORTRIK.
| POS | FOTO | RIDER / TEAM | PTS |
|---|---|---|---|
|
1
|
|
Andrea Kimi Antonelli
Mercedes
|
100 |
|
2
|
|
George Russell
Mercedes
|
80 |
|
3
|
|
Charles Leclerc
Ferrari
|
63 |
|
4
|
|
Lando Norris
McLaren
|
51 |
|
5
|
|
Lewis Hamilton
Ferrari
|
49 |
|
6
|
|
Oscar Piastri
McLaren
|
43 |
|
7
|
|
Max Verstappen
Red Bull
|
26 |
|
8
|
|
Oliver Bearman
Haas F1 Team
|
17 |
|
9
|
|
Pierre Gasly
Alpine F1 Team
|
16 |
|
10
|
|
Liam Lawson
Racing Bulls
|
10 |
| POS | FOTO | CONSTRUCTOR | PTS |
|---|---|---|---|
|
1
|
|
Mercedes
|
98 |
|
2
|
|
Ferrari
|
67 |
|
3
|
|
McLaren
|
18 |
|
4
|
|
Haas F1 Team
|
17 |
|
5
|
|
Racing Bulls
|
12 |
|
6
|
|
Red Bull
|
12 |
|
7
|
|
Alpine F1 Team
|
10 |
|
8
|
|
Audi
|
2 |
|
9
|
|
Williams
|
2 |
|
10
|
|
Aston Martin
|
0 |
Baca Juga
Mattia Binotto ungkap alasan penunjukan Allan McNish sebagai Racing Director Audi F1. Pengalaman manajemen dan sejarah panjang di Audi menjadi faktor kunci.
Laurent Mekies mengungkap Red Bull fokus memperbaiki kepercayaan pembalap terhadap mobil setelah awal musim Formula 1 2026 yang sulit.
Mitch Evans berharap Formula E Monaco 2026 membantu memecahkan masalah pace satu lap Jaguar yang masih menjadi misteri musim ini.
Berlangganan Newsletter
Dapatkan update berita balap terbaru langsung di email Anda.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!