Advertisement Sportrik
15s

Ferrari Unggul Start, Regulasi 2026 Jadi Sorotan

Ferrari
© F1

F1, Sportrik Media - Mobil-mobil bermesin Ferrari muncul sebagai salah satu keuntungan paling signifikan sepanjang tes pramusim F1 2026, terutama dalam performa start. Di tengah kekhawatiran paddock terkait kompleksitas prosedur start di era power unit baru, keunggulan akselerasi awal menjadi pembeda yang jelas.

Regulasi 2026 menghapus MGU-H dari paket unit daya. Sebelumnya, komponen tersebut berfungsi menjaga turbo tetap pada putaran optimal untuk memastikan respons instan saat start. Kini, pembalap harus memutar turbo secara manual setelah mencapai posisi grid, proses yang dapat memakan waktu hingga 10 detik sebelum lampu start padam.

Kondisi ini memunculkan dua persoalan utama. Pertama, mobil yang berada lebih belakang memiliki waktu lebih singkat untuk menyiapkan turbo, menciptakan potensi ketidakseimbangan kompetitif. Kedua, pembalap harus menjaga putaran turbo tetap stabil sambil menjalankan prosedur start lainnya, meningkatkan risiko stall dan memicu kekhawatiran keselamatan.

Max Verstappen Isyaratkan Hengkang dari F1, Mayoritas Fans Tak Percaya
Baca JugaMax Verstappen Isyaratkan Hengkang dari F1, Mayoritas Fans Tak Percaya

Sebagai respons, F1 menguji prosedur start revisi pada tes kedua dan terakhir di Bahrain International Circuit, dengan kemungkinan implementasi pada seri pembuka di Melbourne. Namun, langkah ini justru menimbulkan ketidakpuasan dari kubu Ferrari, yang sebelumnya telah menyampaikan kekhawatiran serupa kepada FIA tahun lalu tanpa mendapat respons regulatif.

Sebagai antisipasi terhadap dinamika tersebut, Ferrari mengembangkan turbo berukuran lebih kecil dibanding sebagian rival. Konfigurasi ini memungkinkan turbo mencapai putaran kerja lebih cepat, menghasilkan respons awal lebih tajam saat start. Selain itu, pendekatan tersebut membantu efisiensi harvesting energi pada gigi lebih tinggi, mengurangi kebutuhan penggunaan gigi rendah di tikungan tertentu.

Selama sesi practice start di akhir hari pengujian, SF-26 menunjukkan akselerasi awal yang lebih bersih dibanding mobil-mobil rival. Hal serupa juga terlihat pada Haas, yang menggunakan unit daya Ferrari, serta pada entri baru Cadillac yang juga mengandalkan mesin dari Maranello.

ADVERTISEMENT

Dalam salah satu simulasi, Lewis Hamilton mampu memimpin menuju tikungan pertama meski memulai dari baris kelima grid. Indikasi ini mempertegas efektivitas pendekatan teknis Ferrari dalam mengantisipasi perubahan regulasi.

Keunggulan start bukan hanya soal akselerasi awal, tetapi juga strategi pengelolaan energi sepanjang lap pembuka. Dengan regulasi 2026 menitikberatkan keseimbangan antara tenaga pembakaran dan listrik, respons turbo yang lebih cepat dapat memberi margin taktis signifikan di fase kritis balapan.

Menjelang Grand Prix Australia, efektivitas solusi Ferrari berpotensi menjadi topik diskusi lanjutan, terutama jika keunggulan start tersebut terbukti konsisten dalam kondisi balapan sesungguhnya.

Diskusi & Komentar (0)

Mari Bergabung dalam Diskusi!

Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.

Proses masuk cepat, aman, dan tanpa ribet.

Komentar Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Live Commentary / Indonesia Live Komentar

LIVE NOW

WRC 2026, Analisis & Rumor Hangat

TONTON SEKARANG
RECOMMENDED FOR YOU