Ferrari memastikan tidak akan menghentikan pengembangan mobil SF-26 meskipun peluang juara dunia musim ini sudah nyaris tertutup. Team Principal Fred Vasseur menegaskan bahwa skuad Maranello akan terus mengembangkan mobil hingga akhir musim, berbeda dengan pendekatan tahun-tahun sebelumnya yang memilih fokus penuh pada musim berikutnya. Keputusan ini disampaikan Vasseur di tengah rangkaian balapan yang membuat Ferrari terlempar dari persaingan gelar.
Pendekatan Vasseur ini menarik untuk dicermati. Alih-alih mengalihkan seluruh sumber daya ke proyek 2027, ia ingin memastikan tim tetap kompetitif dan memaksimalkan setiap peluang yang tersisa. Secara teknis, pengembangan berkelanjutan pada SF-26 juga memberi umpan balik berharga untuk desain mobil musim depan, terutama dalam memahami karakter ban dan efisiensi aerodinamika. Namun, keputusan ini bukannya tanpa risiko, karena tim harus membagi fokus antara perbaikan performa jangka pendek dan persiapan jangka panjang.
Di sisi lain, masa depan unit power unit ADUO-2 yang digunakan Charles Leclerc masih menjadi tanda tanya besar. Vasseur secara terbuka menyebut adanya potensi penalti grid, kemungkinan sudah diterapkan pada Grand Prix Azerbaijan di Baku. Ini menjadi sinyal bahwa ada masalah performa atau keandalan yang belum sepenuhnya terpecahkan, dan Ferrari harus siap menerima konsekuensi di lintasan.

Sementara itu, Max Verstappen melontarkan kritik pedas terhadap Grand Prix Spanyol, menyebutnya sebagai balapan yang tidak layak. Namun, sirkuit Madring dikabarkan akan mengalami perubahan signifikan mulai musim depan, yang diharapkan dapat meningkatkan kualitas balapan. Kritik Verstappen ini menyoroti pentingnya sirkuit yang menantang dan mampu menghadirkan aksi salip-menyalip, sesuatu yang sering dikeluhkan para pembalap di trek tertentu.
Di kubu FIA, Presiden Mohammed Ben Sulayem membuat pernyataan kontroversial di Madrid yang mengindikasikan bahwa regulasi bisa diubah lagi untuk membantu Fernando Alonso kembali kompetitif. Pernyataan ini memicu spekulasi tentang intervensi yang tidak semestinya dalam kompetisi. Yang lebih mengkhawatirkan, muncul kabar bahwa Honda berisiko hengkang dari proyek Aston Martin, dan Lawrence Stroll dilaporkan sedang mencari alternatif pemasok mesin. Jika benar, ini bisa menjadi pukulan besar bagi stabilitas tim.
Di MotoGP, hubungan antara Pecco Bagnaia dan Ducati dikabarkan semakin merenggang. Ketegangan ini bisa berdampak pada performa juara dunia tersebut, terutama jika tidak segera diselesaikan. Situasi ini menambah dinamika persaingan di kelas premier, di mana keseimbangan kekuatan antara pembalap dan pabrikan menjadi faktor krusial.
Dengan berbagai isu yang berkembang, lanskap motorsport musim ini tetap penuh ketidakpastian. Keputusan Ferrari untuk terus mengembangkan SF-26 menunjukkan komitmen mereka untuk tidak menyerah, tetapi eksekusinya akan menjadi ujian bagi Vasseur dan staf teknis. Sementara itu, dinamika di FIA, Aston Martin, dan Ducati akan terus menjadi sorotan hingga akhir musim.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!