Oliver Solberg mengakhiri penantian panjang dengan kemenangan di Rally Chile, tetapi ia menegaskan bahwa hasil ini adalah buah dari kesabaran dan ketekunan, bukan semata keberuntungan. Pembalap asal Swedia itu merasa telah beberapa kali berada di posisi yang tepat untuk menang, namun baru kali ini semua elemen bersatu.
"Ini sangat melegakan," ujarnya kepada DirtFish. "Saya sempat berkaca-kaca setelah stage karena kerja keras kami akhirnya terbayar. Kami sudah sangat dekat di banyak rally tahun ini, tapi selalu ada saja kendala."
Solberg kini hanya terpaut 21 poin dari pemimpin klasemen Elfyn Evans, dan empat poin dari rekan setimnya di Toyota, Sami Pajari. Meskipun ia telah memenangkan lebih banyak stage dari siapa pun pada 2026, Chile adalah kemenangan pertamanya sejak Monte Carlo di awal musim.

Pembalap muda itu mengakui bahwa musim ini penuh pelajaran berharga. Ia menyoroti Acropolis Rally sebagai titik balik yang membuatnya sadar perlu perubahan pendekatan. "Yunani adalah titik di mana kami harus melakukan sesuatu," jelasnya. "Saya mencoba lebih sabar, reset, dan hasilnya mulai membaik."
Di Finlandia, Solberg merasa layak menang namun kehilangan waktu karena hujan, dan di Paraguay ia memimpin sebelum mobilnya berhenti. "Kami selalu mendapat poin maksimal di Sunday dan powerstage, tapi kemenangan belum datang. Kini semuanya klik."
Dengan dua rally tersisa, Solberg percaya diri bisa menantang gelar. Ia memiliki tiga kemenangan WRC, sama seperti Pajari, dan merasa kecepatan serta manajemen rally bukan lagi masalah. "Kuncinya adalah kesabaran. Saya belajar untuk menunggu momen yang tepat," tutupnya.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!