Kimi Antonelli meraih kemenangan kedelapannya musim ini di Grand Prix Spanyol, tetapi mantan pembalap IndyCar James Hinchcliffe yakin kemenangan itu tetap meninggalkan rasa 'perih' karena Lando Norris memiliki mobil yang lebih cepat.
Antonelli, yang start dari posisi ketiga, memanfaatkan periode virtual safety car (VSC) yang keluar tepat setelah Norris melewati pit entry. Pembalap Mercedes itu langsung masuk pit dan mendapatkan pitstop yang lebih murah, sementara Norris yang memimpin balapan harus masuk pit setelah VSC berakhir dan kehilangan waktu sekitar empat detik. Strategi cerdik ini membuat Antonelli keluar sebagai pemimpin balapan dan tak terkejar hingga garis finis.
Meski demikian, kecepatan Norris sepanjang stint pembuka tidak bisa diabaikan. Pembalap McLaren itu membangun keunggulan yang solid sebelum VSC, dan menurut Hinchcliffe, hal itu akan mengganggu pikiran Antonelli. "Saya tidak ingin mengatakan lebih baik beruntung daripada bagus, tapi kadang-kadang bagus untuk menjadi keduanya karena kita tahu dia bagus. Dia pasti bagus. Tapi dia mendapat keberuntungan dan Anda bahkan mendengarnya dalam wawancara pasca-balapan, dia seperti, 'Ya, kami akan menerimanya,'" ujar Hinchcliffe dalam siaran pasca-balapan F1 TV.

Hinchcliffe menambahkan bahwa bahkan seorang pembalap yang menang pun akan merasa tidak nyaman jika tahu ada pembalap lain yang lebih cepat. "Kalian tahu bagaimana rasanya sebagai pembalap. Bahkan ketika Anda menang, ketika Anda tahu ada seseorang yang lebih cepat dari Anda, itu tetap perih sedikit. Anda ingin menjadi pembalap terbaik pada hari itu. Dan saya tidak berpikir kita bisa mengatakan bahwa dia adalah yang terbaik," lanjutnya.
Analisis Hinchcliffe menyoroti dilema yang sering dihadapi pembalap muda berbakat seperti Antonelli. Di usianya yang baru 20 tahun, ia telah menunjukkan kematangan luar biasa dengan memaksimalkan setiap peluang, termasuk situasi VSC yang menguntungkan. Namun, dominasi Norris di awal balapan menjadi pengingat bahwa pace murni McLaren masih menjadi ancaman serius bagi Mercedes.
Kemenangan ini memperlebar keunggulan Antonelli di klasemen menjadi 81 poin atas rekan setimnya, George Russell. Meski demikian, persaingan gelar masih panjang dan performa Norris yang kuat di Spanyol bisa menjadi sinyal bahwa McLaren akan terus menekan di sisa musim.
Bagi Antonelli, kemenangan di Madring circuit ini mungkin terasa manis, tetapi seperti kata Hinchcliffe, rasa perih karena tahu ada yang lebih cepat akan menjadi motivasi tambahan untuk terus meningkatkan performa. Mercedes dan Antonelli harus waspada, karena Norris dan McLaren tidak akan tinggal diam.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!