Ferrari akhirnya memecah kebuntuan di Kejuaraan Ketahanan Dunia (WEC) 2026. Lewat nomor mobil 50 yang digawangi Nicklas Nielsen, Antonio Fuoco, dan Miguel Molina, pabrikan asal Italia itu merebut kemenangan perdana musim ini di Lone Star Le Mans, Circuit of the Americas, Minggu (dini hari WIB). Padahal, selama hampir enam jam balapan, kemenangan itu tampak milik Toyota.
Tim balap asal Jepang itu sudah di depan sejak pertengahan balapan lewat Nyck de Vries, Kamui Kobayashi, dan Mike Conway. Start dari posisi kesembilan, mereka naik ke depan dengan strategi dan kecepatan yang apik. Namun, 15 menit sebelum finis, mobil Toyota GR010 nomor 7 tiba-tiba melambat di trek akibat masalah hidrolik. Keunggulan besar itu sirna seketika, dan Ferrari pun tak butuh undangan dua kali untuk mengambil alih posisi terdepan.
Kemenangan ini terasa manis bagi Ferrari yang sepanjang musim seringkali kalah bersaing dengan Toyota. Di sisi lain, podium kedua menjadi milik Cadillac Jota nomor 38 yang dikemudikan Jack Aitken, Sebastien Bourdais, dan Earl Bamber. Sementara itu, Alpine menyelesaikan podium dengan posisi ketiga lewat Charles Milesi, Ferdinand Habsburg, dan Antonio Felix da Costa setelah sebelumnya sempat terkena penalti.

Balapan sendiri berjalan tidak biasa. Start dilakukan di belakang safety car karena trek masih basah. Setelah dua lap formasi tambahan, trek mulai mengering dan balapan pun resmi dimulai. Antonio Giovinazzi yang start dari pole sempat memimpin di awal untuk Ferrari nomor 51. Tapi, Miguel Molina di mobil nomor 50 justru jadi bintang dengan naik dari posisi kelima ke ketiga, lalu memimpin setelah pit stop lebih awal.
Strategi berbeda mulai terlihat. Toyota memakai strategi off-set untuk mobil nomor 8, mengangkat Sebastien Buemi ke posisi kedua. Namun, masalah muncul di kubu Ferrari. James Calado kehilangan banyak waktu saat mesin mobil nomor 51 mati saat pit stop, membuat Cadillac sempat memimpin. Insiden debris memunculkan safety car dan mengubah peta persaingan.
Memasuki jam-jam terakhir, Toyota nomor 7 sudah nyaman di depan. De Vries dan kawan-kawan mengatur ritme, sampai malapetaka hidrolik itu datang. Ferrari pun mengambil alih dan mengukir kemenangan yang tak terduga. Hasil ini jelas mengubah keseimbangan kekuatan di klasemen, dengan Ferrari kini kembali ke jalur juara.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!