MotoGP, Sportrik Media - Fabio Quartararo menegaskan bahwa keputusan mengenai masa depannya di MotoGP 2027 sudah “jelas”, dan hal itu membantunya secara mental di tengah tantangan performa yang masih membayangi proyek baru Yamaha V4.
Juara dunia 2021 tersebut diperkirakan akan bergabung dengan Honda pada awal era mesin 850cc pada 2027, meski ia menolak memberikan rincian lebih lanjut. Fokus utamanya menjelang seri pembuka MotoGP Thailand 2026 adalah kurangnya progres signifikan pada motor V4 Yamaha dibandingkan saat pertama kali diuji pada September lalu di Barcelona.
“Pada September, ketika kami mencoba motor ini di Barcelona, feeling-nya tidak terlalu bagus. Itu normal karena proyeknya benar-benar baru, tetapi feeling sekarang sangat mirip dibandingkan September,” ujar Quartararo.

“Tentu saja kami berharap membuat langkah yang jauh lebih besar, tetapi… kami memulai jauh lebih lambat dibanding tahun lalu dengan mesin inline.”
Data tes Buriram memperkuat kekhawatiran tersebut. Yamaha mencatat waktu terbaik 1 menit 29,672 detik dengan V4 pada 2026, lebih lambat 0,086 detik dibandingkan waktu tes 2025 dengan mesin inline. Sementara pabrikan lain seperti Aprilia dan KTM mencatat peningkatan signifikan, Yamaha justru stagnan dalam progres satu lap.
Meski catatan waktu puncak relatif serupa, Quartararo mengungkap bahwa simulasi balapan menunjukkan defisit performa hingga tujuh hingga delapan persepuluh detik per lap dibandingkan paket sebelumnya.
“Kami tahu persis apa yang kurang, dan Anda tidak bisa membayangkan berapa banyak setting dan hal yang sudah kami coba di Sepang dan di sini di Buriram, tetapi feeling-nya tetap sama,” jelasnya.
“Saya pikir ini lebih tentang para insinyur menemukan komponen baru, sesuatu yang benar-benar berbeda, karena kami masih belum memiliki basis yang jelas pada motor ini, setidaknya untuk gaya berkendara saya.”
Menurutnya, Yamaha tidak hanya perlu meningkatkan kecepatan puncak, tetapi juga karakteristik menikung, rasa pada ban depan, serta sistem elektronik.
“Kami perlu meningkatkan bukan hanya top speed, tetapi juga kemampuan menikung, feeling pada bagian depan, dan elektronik. Ada banyak hal.”
Pada tes Buriram, Quartararo hanya mencatat waktu tercepat ke-17 secara keseluruhan, tertinggal 1,033 detik dari Marco Bezzecchi yang memimpin dengan Aprilia, serta 0,029 detik di belakang waktu Yamaha V4 terbaik yang dicetak Jack Miller dari Pramac.
Meski situasi teknis belum ideal, Quartararo menegaskan bahwa kejelasan mengenai masa depan justru memberinya ketenangan mental.
“Keputusan saya sudah jelas. Itu membantu saya secara mental,” ungkapnya tanpa membeberkan detail.
Dengan regulasi 850cc yang akan berlaku mulai 2027 dan tekanan untuk memperbaiki proyek V4 dalam waktu singkat, Yamaha menghadapi fase krusial dalam pengembangan. Seri pembuka di Buriram akan menjadi indikator awal apakah langkah-langkah korektif yang diupayakan mampu memperkecil jarak terhadap rival di awal musim 2026.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!