Aksi luar biasa diperlihatkan oleh Fabio Di Giannantonio pada sesi latihan Grand Prix Qatar di Sirkuit Lusail. Di balik catatan waktu fenomenalnya yang berhasil memuncaki lembar waktu latihan, tersimpan masalah teknis pelik yang mengancam performa motor Desmosedici miliknya sepanjang akhir pekan balap ini.
Manajer tim Pertamina Enduro VR46 Racing Team, Pablo Nieto, secara terbuka mengungkapkan bahwa pembalap andalannya tersebut mengalami ketertinggalan kecepatan tertinggi yang sangat signifikan dibandingkan para rider pengguna spesifikasi pabrikan Ducati. Defisit kecepatan mencapai 10 kilometer per jam di lintasan lurus.
Menurut analisis internal tim dan pihak pabrikan asal Borgo Panigale, selisih kecepatan tersebut setara dengan hilangnya tenaga mesin hingga kurang lebih 30 tenaga kuda. Angka yang terlampau besar untuk standar persaingan level tertinggi di kelas premier MotoGP saat ini.

Ketika berbicara kepada kru siaran resmi balapan di paddock Lusail, Nieto menjelaskan betapa rumitnya memecahkan misteri teknis ini. Masalah tersebut terutama sangat terasa ketika motor berada di gigi percepatan kelima dan keenam di trek lurus panjang.
"Kami sedang bekerja keras mengatasinya karena selisih sepuluh kilometer per jam di MotoGP adalah angka yang sangat besar," ujar Nieto menjelaskan situasi pelik di garasi timnya. "Kita sedang berbicara tentang estimasi sekitar tiga puluh tenaga kuda yang hilang. Jadi, ini jelas terlalu banyak untuk diabaikan begitu saja."
Tim mekanik saat ini terus berkoordinasi intensif dengan para teknisi Ducati untuk mencari akar permasalahan yang dinilai cukup janggal. Berbagai faktor mulai dari pengaturan aerodinamika hingga posisi tubuh pembalap saat melaju kencang sedang dievaluasi secara menyeluruh.
"Kami sedang bekerja bersama Ducati, dan kami tahu bahwa pihak pabrikan sangat memerhatikan situasi ini karena ini adalah sesuatu yang tidak biasa," lanjut Nieto. "Mungkin kami juga sedang memeriksa aspek aerodinamika, posisi pembalap, karena bisa jadi ada banyak variabel penyebabnya."
Karakteristik Sirkuit Lusail yang memiliki lintasan lurus sangat panjang tentu menjadi ujian terberat bagi motor yang kekurangan tenaga atas. Masalah ini diprediksi bakal membuat Di Giannantonio harus bekerja ekstra keras dalam mempertahankan ritme balap yang kompetitif.
Kendati demikian, pembalap asal Italia tersebut menunjukkan mentalitas baja yang luar biasa di atas aspal. Di tengah kendala teknis yang membelenggu, ia sukses mencatatkan waktu lap tercepat pada sesi Practice, bahkan mengungguli perolehan waktu bintang utama Marc Marquez dengan selisih tipis 0,142 detik.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!