Elfyn Evans harus menerima kenyataan pahit di Rally Chile ketika harapannya finis di posisi kedua pupus akibat kebocoran ban pada SS15. Pembalap Toyota itu sebelumnya tampil impresif dan sempat unggul 6,3 detik atas Sebastien Ogier yang terus menekan.
Memasuki SS15, tepatnya 11,5 km dari start, GR Yaris milik Evans tiba-tiba melambat. Timnya langsung bergerak cepat mengganti ban depan kiri, namun waktu 2 menit 14,8 detik terbuang percuma. Posisi kedua dan keunggulan di klasemen Super Sunday pun sirna seketika.
“Tidak tahu di mana saya dapat puncture, tapi apakah itu mengejutkan?” ujar Evans dengan nada frustrasi. Kalimat itu menggambarkan betapa sulitnya kondisi di lintasan gravel Chile yang terkenal keras dan berbatuan.

Kerugian waktu membuat Evans terlempar ke posisi kelima dengan selisih 48,5 detik dari rival utama perebutan gelar, Sami Pajari. Kini ia hanya bisa berharap meraih poin tambahan di Wolf Power Stage untuk meminimalkan kerugian.
Sementara itu, Oliver Solberg tampil sebagai pemimpin reli hingga Sabtu, sementara Evans bertahan di posisi kedua dengan selisih tipis. Namun insiden di SS15 mengubah peta persaingan. Kegagalan Evans membuka peluang bagi para rival untuk mendekat, terutama Ogier yang terus membayangi.
Rally Chile memang dikenal sebagai salah satu putaran paling menantang di kalender WRC. Permukaan gravel yang kasar dan batu-batu besar sering menjadi jebakan bagi para pembalap. Evans bukan satu-satunya yang mengalami nasib serupa, tetapi dampaknya sangat besar bagi ambisinya meraih gelar musim ini.
Dengan insiden ini, tekanan semakin besar bagi Evans untuk bangkit di sisa musim. Ia harus tetap fokus dan memanfaatkan setiap kesempatan yang ada. Wolf Power Stage menjadi peluang terakhirnya untuk menyelamatkan akhir pekan yang penuh drama ini.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!