Elfyn Evans datang ke Reli Chile dengan status pemuncak klasemen WRC—dan segudang alasan untuk tetap waspada. Lima kali runner-up, kerap kalah di detik akhir, kini peluangnya terbuka lebar setelah Sebastien Ogier pensiun dari persaingan musim ini pasca mundur di Finlandia dan Paraguay.
Namun, kejutan datang dari rekannya sendiri di tim, Sami Pajari. Tiga kemenangan beruntun membuat pebalap muda itu kini hanya tertinggal 20 poin. Selisih itu masih aman, tapi Evans sadar tak boleh lengah di sisa seri.
Ia pun mengakui Reli Chile akan menjadi ujian lain, karena harus membuka jalan dari posisi pertama saat start. Kondisi permukaan yang abrasif dan berdebu menjadi momok utama. “Saat kering, jalanan sangat licin untuk mobil yang melaju awal, dan bisa menjadi sangat abrasif sampai Anda harus benar-benar memikirkan manajemen ban,” ujar Evans.

“Kalau hujan, jalurnya bisa berlumpur, mirip seperti di Wales, dan kabut juga bisa membuat segalanya makin sulit,” tambahnya. Cuaca memang jadi faktor kunci. Di kondisi kering, tak banyak kejutan, tapi jika hujan turun, segalanya bisa berubah. Evans pun tak menargetkan kemenangan semata, melainkan memaksimalkan poin.
Konsistensi menjadi senjata utamanya musim ini. Ia belum pernah pulang tanpa poin dari sebuah reli. “Setelah Paraguay, kami tahu penggemar di Chile akan memberi sambutan hangat. Relinya cepat dengan stage mengalir, tapi tantangan sangat bergantung pada cuaca yang bisa berubah drastis sepanjang akhir pekan,” tuturnya.
Elfyn Evans akan memulai Reli Chile akhir pekan ini. Total 16 stage menanti, dengan jarak tempuh lebih dari 310 kilometer. Mampukah ia mempertahankan keunggulan klasemen? Atau justru Sami Pajari yang mencuri perhatian? Simak terus laporan kami.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!