Lewis Hamilton mengakui bahwa perjudian strategi yang gagal pada balapan Formula 1 Grand Prix Singapura merupakan sebuah pelajaran yang sangat pahit untuk diterima. Juara dunia tujuh kali tersebut mengambil tanggung jawab penuh setelah keputusan kontroversial untuk tidak masuk ke pit mengganti ban segar di tengah balapan dalam kondisi virtual safety car harus dibayar dengan harga mahal.
Pembalap senior asal Inggris tersebut sebenarnya berada di jalur yang tepat untuk mengamankan posisi minimal ketiga di Marina Bay. Namun, posisinya melorot dari podium dan harus puas finis di peringkat keenam pada fase-fase akhir balapan setelah memaksakan diri menyelesaikan 44 putaran menggunakan kompon ban medium yang mengalami degradasi parah.
Kondisi fisik pembalap Ferrari tersebut sempat dikabarkan kurang prima usai balapan, sehingga ia harus mengunjungi tim medis FIA dan dibebaskan dari kewajiban menemui media. Kendati demikian, tim asal Maranello tersebut merilis pernyataan resmi yang merangkum pandangan sang juara dunia terkait jalannya lomba.

"Hari ini bukan hasil yang kami cari dan itu adalah kesalahan saya," ujar Hamilton mewakili timnya. "Di trek yang sulit untuk menyalip, Anda harus mencoba sesuatu yang berbeda dan saya memilih untuk memulai dengan ban medium baru, melaju panjang dan mencoba membuat strategi satu kali pit stop berhasil. Sayangnya ban medium tidak bekerja sebaik ban lunak."
Ia menambahkan bahwa dirinya sempat memiliki paruh kedua balapan yang cukup baik dengan kecepatan mobil yang kembali kompetitif, namun ia tidak dapat membuat kemajuan posisi yang dibutuhkan. Saat periode virtual safety car, Carlo Santi selaku insinyur balapnya sempat memanggilnya masuk ke pit, tetapi ia justru melewatkan pintu masuk pitlane tersebut.
"Setelah itu, saya memutuskan untuk tetap berada di trek dan mencoba mempertahankan posisi lintasan hingga akhir, tetapi pada lap-lap penutup, saya sangat kesulitan dengan degradasi ban dan kehilangan tiga tempat, finis di posisi P6 yang tidak mencerminkan kecepatan mobil kami hari ini," lanjutnya.
Team Principal Ferrari, Fred Vasseur, turut memberikan konfirmasi kepada media mengenai dinamika yang terjadi di dinding pit tim Kuda Jingkrak. Vasseur menyebutkan bahwa panggilan awal sebenarnya menginstruksikan kedua mobil untuk masuk ke pit, namun keputusan akhir berada di tangan sang pembalap.
Pelajaran berharga ini tentu menjadi evaluasi serius bagi kubu Italia dalam perebutan poin krusial kejuaraan konstruktor musim ini. Hamilton berjanji akan bekerja lebih keras dan bangkit pada seri balapan berikutnya untuk membayar kesalahannya kepada seluruh anggota tim.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!