SPONSORED

Frustrasi Fernando Alonso di F1: Sebut Mesin Honda Sungguh Konyol

Notifikasi
Farhan Ariadi
Farhan Ariadi
0
Frustrasi Fernando Alonso di F1: Sebut Mesin Honda Sungguh Konyol
TO NEWS OVERVIEW
Frustrasi Fernando Alonso di F1: Sebut Mesin Honda Sungguh Konyol

Akhir pekan balapan di GP Singapura menyisakan kekecewaan mendalam bagi pembalap Aston Martin, Fernando Alonso, yang harus puas finis di posisi ke-16 dan bahkan tertinggal satu putaran penuh dari rombongan terdepan. Setelah sempat menunjukkan performa menjanjikan pada seri sebelumnya di Malaysia, mobil yang dikendaraikannya sama sekali tidak mampu berbicara banyak di Sirkuit Marina Bay akibat kendala teknis yang pelik pada sektor daya.

Ketegangan mencapai puncaknya ketika balapan baru saja dimulai dan juara dunia dua kali asal Spanyol tersebut terlibat duel sengit di barisan tengah. Saat sedang berupaya mempertahankan posisinya dari tekanan, mobilnya tiba-tiba dilewati begitu saja oleh pembalap Red Bull, Isack Hadjar, dengan kecepatan yang jauh lebih superior di trek lurus.

Situasi pelik tersebut memicu reaksi keras melalui saluran komunikasi radio tim yang langsung menarik perhatian para penggemar Formula 1 di seluruh dunia. Mengingat kembali memori pahit masa lalu, ia secara terbuka melontarkan kritik pedas terhadap performa unit daya buatan pabrikan asal Jepang yang dipasang pada sasis rancangan insinyur jenius Adrian Newey.

Liam Lawson Kunci Poin Krusial GP Singapura 2026 Lewat Strategi Ban Cerdas
Baca JugaLiam Lawson Kunci Poin Krusial GP Singapura 2026 Lewat Strategi Ban Cerdas

Sambil diiringi tawa bernada sarkastis di balik kokpitnya, sang veteran melontarkan kalimat tajam yang langsung menjadi sorotan utama di paddock. "Ahahah l'energia, questo motore e veramente ridicolo," ujar pembalap andalan tersebut melalui radio tim, yang secara langsung mengecam suplai tenaga hybrid pada mobilnya.

ADVERTISEMENT

Pernyataan bernada kekecewaan ini sontak membangkitkan ingatan publik pada insiden ikonik di masa lalu ketika ia menjuluki mesin pabrikan yang sama sebagai mesin GP2 pada Grand Prix Jepang tahun 2015. Insiden terbaru di Singapura ini menegaskan bahwa masalah suplai energi dan daya saing mesin masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi tim dalam mengarungi sisa kalender balap musim ini.

Diskusi & Komentar (0)

Mari Bergabung dalam Diskusi!

Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.

Aman, Cepat & Terenkripsi

Komentar Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

RECOMMENDED FOR YOU