MotoGP, Sportrik Media – Enea Bastianini, pembalap Tech3 KTM, menatap seri Portimao sebagai peluang ideal untuk memperbaiki performa kualifikasi yang menjadi titik lemah sepanjang musim 2025. Setelah hanya tiga kali masuk sepuluh besar dari 19 kesempatan, rider Italia ini berharap mengulang kejayaan pole position 2024 bersama Ducati untuk mempermudah jalur balapan.
Kembali ke Autódromo Internacional do Algarve, Bastianini membawa modal kepercayaan diri dari dua seri terakhir. Di Malaysia, ia berhasil finis ketujuh setelah start dari posisi 19, menunjukkan potensi race pace yang solid. Namun, rata-rata grid 16 dan tidak pernah start di atas posisi 17 dalam lima ronde terakhir menjadi catatan krusial. Portimao, dengan karakteristik teknis dan aliran cepat, dianggap sebagai sirkuit yang cocok bagi paket KTM. Pada edisi 2024, tiga motor KTM berhasil menempati lima besar, termasuk podium kedua Bastianini dan podium perdana Pedro Acosta.
Tech3 sendiri memiliki sejarah kuat di venue ini. Kemenangan Miguel Oliveira pada edisi perdana 2020 dan podium Acosta tahun lalu menjadi bukti kompatibilitas motor oranye dengan layout bergelombang Portimao. Manajer tim Nicolas Goyon menegaskan, “Kami memiliki tiga KTM di lima besar tahun lalu, yang membuat kami yakin memiliki alat untuk bertarung di depan.” Pernyataan tersebut memperkuat keyakinan bahwa kekuatan satu putaran dapat ditemukan kembali, terutama dengan kondisi Bastianini yang sedang naik daun pasca Australia dan Malaysia.
Bastianini sendiri mengakui kekurangan di sesi time attack. “Kami masih kurang di kualifikasi,” ujarnya, seraya menargetkan baris kedua atau ketiga untuk “mempermudah hidup kami.” Target tersebut realistis mengingat rekam jejak pribadinya: pole 2024 dan finis kedua di belakang Jorge Martin. Transisi ke KTM memang membawa adaptasi, namun data menunjukkan motor RC16 kompetitif di Portimao, dengan Oliveira dan Acosta sebagai bukti nyata.
Absennya Maverick Viñales akibat pemulihan operasi bahu memaksa Pol Espargaró kembali mengisi slot kedua Tech3. Pengalaman test rider Spanyol itu diharapkan memberi masukan teknis tambahan, meski fokus utama tetap pada Bastianini. Kombinasi antara memori positif tim, statistik historis KTM, dan momentum rider menjadi fondasi analisis bahwa Portimao berpotensi menjadi titik balik kualifikasi.
Secara keseluruhan, seri ini bukan sekadar balapan ke-20, melainkan ujian strategis bagi Bastianini dan Tech3. Keberhasilan masuk Q2 dan start dari baris depan akan secara signifikan meningkatkan peluang podium, mengingat race pace yang telah terbukti. Portimao, dengan segala warisan KTM dan catatan pribadi Bastianini, memang layak disebut sebagai “tempat sempurna” untuk rebound.
Kunjungi Sportrik.com untuk analisis mendalam lainnya.



Diskusi & Komentar (0)
Silakan login untuk ikut berdiskusi.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!