Johann Zarco menegaskan ambisinya untuk tetap menjadi pembalap nomor satu di Honda, baik bersama LCR Honda maupun dengan melangkah ke tim resmi HRC pada MotoGP 2026. Setelah performa impresif di musim 2025, pembalap Prancis ini membuka peluang diskusi dengan Honda dan Lucio Cecchinello untuk masa depannya.
Di sela-sela F1 GP Inggris 2025 di Silverstone, Zarco berbicara tentang tujuannya di MotoGP, seperti dilansir Motosan. “Sekarang saya pembalap dengan hasil terbaik di Honda, dan saya ingin tetap nomor satu,” ujar Zarco. Ia membidik kursi di tim resmi HRC, meski tetap terbuka untuk bertahan di LCR Honda. “Mungkin saya harus melangkah ke tim resmi, tetapi saya juga bisa jadi nomor satu di LCR,” tambahnya. Zarco, yang finis kedua di Silverstone, hanya terpaut empat detik dari Marco Bezzecchi, menempati posisi kelima di klasemen MotoGP 2025, unggul atas pembalap HRC resmi, Luca Marini dan Joan Mir. Keberhasilannya di 8 Hours of Suzuka juga meningkatkan reputasinya di Honda. Oleh karena itu, Zarco sedang berdiskusi dengan Honda dan Cecchinello untuk menentukan langkah terbaik. “Kami mengevaluasi bersama Honda dan Lucio,” katanya, menunjukkan komunikasi terbuka dengan tim.
Zarco, berusia 34 tahun, menunjukkan konsistensi luar biasa di LCR Honda. Kemenangannya di Le Mans dan finis kedua di Silverstone membuktikan kemampuannya melawan pembalap muda. Meski demikian, ia belum mendapat akses ke mesin terbaru HRC, yang masih diuji tim resmi di Le Mans. Sementara itu, LCR Honda, di bawah Cecchinello, terus mendukung pengembangan Zarco, meski rekan setimnya, Somkiat Chantra, kesulitan di musim debutnya. Postingan di X mencerminkan antusiasme fans terhadap performa Zarco, dengan banyak yang mendukungnya untuk kursi HRC.

Johann Zarco berkata:
“Saya ingin tetap nomor satu, baik di LCR atau tim resmi. Kami sedang bicara.”
Lucio Cecchinello, kepala tim LCR, menambahkan:
“Zarco pembalap kunci. Kami akan putuskan bersama Honda untuk 2026.”
Johann Zarco bidik posisi teratas di LCR atau HRC untuk MotoGP 2026. Akankah ia ke tim resmi? Ikuti liputan lengkap di SPORTRIK!
| POS | FOTO | RIDER / TEAM | PTS |
|---|---|---|---|
|
1
|
|
Jorge Martin
Aprilia Racing
|
193 |
|
2
|
|
Marco Bezzecchi
Aprilia Racing
|
186 |
|
3
|
|
Fabio Di Giannantonio
Pertamina Enduro VR46 Racing Team
|
177 |
|
4
|
|
Ai Ogura
Trackhouse MotoGP Team
|
168 |
|
5
|
|
Marc Marquez
Ducati Lenovo Team
|
153 |
|
6
|
|
Raul Fernandez
Trackhouse MotoGP Team
|
138 |
|
7
|
|
Pedro Acosta
Red Bull KTM Factory Racing
|
133 |
|
8
|
|
Francesco Bagnaia
Ducati Lenovo Team
|
130 |
|
9
|
|
Alex Marquez
BK8 Gresini Racing MotoGP
|
78 |
|
10
|
|
Fermin Aldeguer
BK8 Gresini Racing MotoGP
|
76 |
| POS | FOTO | CONSTRUCTOR | PTS |
|---|---|---|---|
|
1
|
|
Aprilia
|
279 |
|
2
|
|
Ducati
|
269 |
|
3
|
|
KTM
|
165 |
|
4
|
|
Honda
|
95 |
|
5
|
|
Yamaha
|
51 |
Read Also
Fabio Quartararo finished eighth at the 2026 Assen MotoGP despite arm pump caused by Yamaha's heavy bike and lack of grip.
Jorge Martin and Raul Fernandez explained Ai Ogura's unusual riding style after his maiden MotoGP victory at Assen in 2026.
Fabio Di Giannantonio believes Ducati must improve the GP26 after Aprilia's dominant performance at the 2026 Dutch MotoGP.
Subscribe Newsletter
Get the latest racing news updates directly to your email.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!