Advertisement Sportrik
15s

Zak Brown dan Toto Wolff Soroti Dilema Regulasi F1 2026

Zak Brown dan Toto Wolff Soroti Dilema Regulasi F1 2026
© XPBimages

F1, Sportrik Media - CEO McLaren Zak Brown dan prinsipal Mercedes Toto Wolff memberikan pandangan mereka mengenai dilema Formula 1 dalam menentukan waktu yang tepat untuk melakukan perubahan teknis pada regulasi 2026. Isu tersebut mencuat di tengah fase awal implementasi power unit baru yang masih menyisakan banyak variabel.

Seperti lazim terjadi pada awal siklus regulasi, sejumlah aspek teknis langsung menjadi bahan perdebatan. Rasio kompresi menjadi salah satu topik utama selama tes pramusim, dengan pemungutan suara dijadwalkan untuk menentukan apakah metode pengukuran baru akan diterapkan oleh FIA. Di sisi lain, prosedur start balapan juga disorot karena waktu spool turbo yang lebih lama sejak dihapusnya MGU-H.

Dengan banyaknya elemen regulasi baru yang belum sepenuhnya dipahami, Formula 1 menghadapi keseimbangan rumit antara melakukan koreksi sebelum seri pembuka di Melbourne atau menunggu data dari beberapa balapan awal. Brown menekankan bahwa seluruh tim masih berada dalam fase pembelajaran intensif.

How to Watch Formula 1 2026: Official Global Guide
Read AlsoHow to Watch Formula 1 2026: Official Global Guide

“Saya pikir ini kombinasi keduanya. Kami semua masih belajar banyak saat ini. Setiap sesi kami memahami mobil lebih baik. Kami ingin yang terbaik untuk olahraga ini dan masih ada sedikit waktu pengujian tersisa,” ujar Brown.

“Kami akan mencoba beberapa hal di sini, mengevaluasinya, dan jika perlu perubahan, kami akan melakukannya. Beberapa usulan perubahan sebenarnya bisa dilakukan cukup cepat. Pada akhirnya, semua pihak akan berkumpul dan melakukan apa yang menghasilkan balapan terbaik.”

Sementara itu, isu rasio kompresi diyakini berkaitan dengan keunggulan potensial salah satu pabrikan, dengan wacana penerapan tes baru yang mungkin berlaku setelah jeda musim panas. Penerapan tersebut memerlukan persetujuan supermayoritas dalam pemungutan suara para pabrikan.

ADVERTISEMENT

Dalam rapat terbaru Komisi F1, Wolff menyampaikan bahwa struktur pengambilan keputusan kini lebih matang dibanding era sebelumnya, ketika perubahan drastis kerap diambil secara reaktif.

“Saya merasa positif bahwa di masa lalu kami sering menjadi korban keputusan drastis dalam kelompok seperti Komisi F1,” kata Wolff.

“Sekarang ada lebih banyak insinyur dalam diskusi, jadi kami bisa mengevaluasi dan menyepakati beberapa hal daripada membuat keputusan tergesa-gesa. Kita lihat bagaimana ini berkembang. Melbourne juga trek yang sangat menantang dari sisi energi.”

Wolff menegaskan bahwa balapan awal akan menjadi indikator penting dalam mengidentifikasi potensi masalah nyata sebelum solusi teknis diformulasikan. Dengan kompleksitas regulasi 2026 yang mencakup aerodinamika aktif dan sistem energi baru, pendekatan berbasis data dianggap lebih bijak dibanding perubahan cepat tanpa validasi menyeluruh.

Keputusan mengenai perubahan teknis dalam waktu dekat akan sangat menentukan arah pengembangan sepanjang musim. Formula 1 kini berada pada fase krusial untuk memastikan stabilitas regulasi tetap terjaga tanpa mengorbankan kualitas kompetisi.

ADVERTISEMENT

Isu Teknis F1 2026

Rasio Kompresi - Pemungutan suara pabrikan - Potensi tes baru FIA
Prosedur Start - Spool turbo tanpa MGU-H - Evaluasi performa awal
Komisi F1 - Diskusi teknis - Pendekatan berbasis data
Melbourne - Balapan pembuka - Uji nyata regulasi baru

Discussion (0)

Latest Comments

No comments yet. Be the first!

Live Commentary / Indonesia Live Coverage

LIVE NOW

WRC 2026, Analisis & Rumor Hangat

WATCH LIVE
RECOMMENDED FOR YOU