Harapan Yamaha untuk bangkit setelah libur musim panas langsung sirna di Silverstone. Jika di Sachsenring kedua pembalap resmi finis di zona poin, pekan balap di Inggris justru berakhir dengan petaka ganda: Alex Rins tersingkir di lap pertama, sementara Fabio Quartararo kehilangan poinnya setelah race karena penalti teknis. Hasilnya, pabrikan Jepang itu pulang tanpa satu poin pun.
Kekecewaan pertama datang dari balapan utama. Quartararo sempat melewati garis finis di posisi ke-12, yang seharusnya memberinya empat poin. Namun, beberapa jam setelah balapan, Direksi Balapan menjatuhkan penalti 16 detik karena pelanggaran pada sistem transmisi data tekanan ban—sebuah kesalahan yang jarang terjadi dan langsung membuat juara dunia 2021 itu terlempar ke posisi 16, alias terakhir, tanpa poin.
“Saya mengharapkan balapan yang sulit,” kata Quartararo setelah GP. “Saya tidak bisa memacu motor seperti yang saya inginkan. Konsumsi ban lagi-lagi tinggi, meski polanya berbeda dari kemarin (race sprint). Kemarin penurunan datang tiba-tiba, hari ini bertahap. Tapi tetap saja, ini bukan hasil yang kami inginkan.” Pernyataan itu menggambarkan frustrasi yang mendalam, terutama karena Yamaha sebenarnya datang ke Silverstone dengan optimisme setelah performa apik di Jerman.

Jika Quartararo setidaknya menyelesaikan balapan, tidak demikian dengan Rins. Pembalap asal Spanyol itu terlibat kontak dengan Joan Mir di tikungan 7 pada lap pertama. Insiden itu langsung mengakhiri balapan keduanya, meski beruntung tidak ada cedera serius. “Sangat disayangkan mengakhiri akhir pekan seperti ini, dengan sebuah kecelakaan. Saya tidak bisa menghindari Joan dan langsung jatuh. Kami harus bangkit dan kembali lebih kuat untuk balapan berikutnya di Aragon, tiga minggu lagi. Kami akan terus berjuang!” ujar Rins.
Kegagalan ganda ini menjadi pukulan telak bagi Yamaha di klasemen konstruktor. Mereka tertinggal semakin jauh dari para pesaing, dan tekanan untuk segera menemukan performa kompetitif semakin besar. Dengan jeda tiga pekan menuju Aragon, tim asal Iwata itu punya waktu untuk menganalisis masalah—baik dari sisi teknis maupun mental pembalap.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!