Williams dipanggil menghadap steward setelah F1 Inggris 2026 di Silverstone terkait dugaan pelanggaran prosedur unlapping di bawah safety car.
Kasus tersebut melibatkan Carlos Sainz, yang finis di posisi ke-12 dan menjadi satu-satunya pembalap Williams yang mencapai garis finis. Rekan setimnya, Alex Albon, harus tersingkir pada fase akhir balapan ketika rombongan masih berada di belakang safety car.
Pada lap kedua terakhir, para pembalap yang tertinggal satu lap mendapat instruksi untuk melewati pemimpin balapan dan safety car agar kembali bergabung di bagian belakang rombongan. Prosedur ini menjadi bagian penting dari pengaturan ulang urutan mobil sebelum kemungkinan restart atau penyelesaian balapan di bawah kondisi netral.

Namun, Williams mendapat perhatian steward karena Sainz diduga melakukan unlapping sebelum instruksi resmi diberikan. Situasi tersebut membuat tim dipanggil untuk memberikan penjelasan terkait urutan tindakan di bawah periode safety car akhir balapan.
Dalam panggilan resmi, FIA mencatat dugaan pelanggaran terhadap Article B5.13.4c dari FIA F1 Regulations, yaitu melakukan unlapping di belakang safety car ketika belum berhak melakukannya.
Kasus ini menambah daftar evaluasi pascarace di Silverstone, terutama karena fase akhir F1 Inggris 2026 sudah diwarnai kebingungan prosedural terkait safety car. Bagi Williams, keputusan steward akan menentukan apakah hasil Sainz tetap tidak berubah atau ada konsekuensi tambahan dari insiden tersebut.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!