Max Verstappen berhasil bangkit dari posisi kelima di grid untuk merebut podium ketiga di Grand Prix Italia, akhir pekan lalu. Namun di balik raihan manis itu, ada cerita perjuangan keras yang jarang terlihat: Red Bull kesulitan bersaing dalam hal kecepatan tertinggi, dan Verstappen dengan jujur menyebutnya sebagai 'bukan teman kami' dalam duel melawan Mercedes.
Memulai balapan dari P5, Max Verstappen langsung tancap gas. Dalam beberapa lap awal, ia berhasil melewati Lewis Hamilton, Charles Leclerc, dan Pierre Gasly untuk menembus posisi terdepan. Puncaknya terjadi saat ia sempat memimpin setelah menyalip George Russell, meski kemudian harus rela kembali tertundukkan oleh kekuatan Mercedes yang sedang on fire.
Kimi Antonelli, yang start dari posisi 19, menjadi mimpi buruk tersendiri bagi Verstappen. Pembalap muda Mercedes itu melesat cepat dan melewati Verstappen tanpa ampun, membuat dua mobil perak langsung menjauh di depan. Verstappen pun harus puas mengikuti dari belakang, meski tak pernah menyerah.

Keputusan pit saat Virtual Safety Car di tengah balapan menjadi titik balik. Verstappen masuk pit untuk mengganti ban dengan kompon keras yang segar, dan dari posisi ketujuh ia mampu merangkak naik hingga finis ketiga. Sebuah hasil positif, tentu, tetapi juga mengungkap kelemahan mendasar RB21 di sirkuit cepat seperti Monza.
“Ada beberapa pertarungan seru di luar sana,” ujar Verstappen usai balapan. “Saya harus berani menyalip dari luar di banyak tikungan karena kami kesulitan dengan tenaga dari tikungan 2 hingga 4 dibandingkan lawan-lawan kami. Secara umum, top speed bukanlah teman kami hari ini, jadi saya hanya mencoba bertahan, tapi mereka terlalu cepat.”
Verstappen menambahkan bahwa ia sempat mencoba mode menyerang, tetapi ketika itu tak berhasil, ia memilih untuk menjalankan balapannya sendiri. “Saya senang dengan P3 dan bisa naik podium di sini,” pungkas pembalap asal Belanda itu.
Kekalahan dari Mercedes ini kembali menyoroti paket aerodinamika dan unit tenaga Red Bull yang masih kurang efisien di trek lurus. Meski Verstappen tetap konsisten, rival seperti Mercedes dan Kimi Antonelli menunjukkan bahwa mereka memiliki keunggulan signifikan dalam hal kecepatan murni. Ini menjadi pekerjaan rumah serius bagi tim asal Milton Keynes untuk sisa musim.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!