SPONSORED

Verstappen Sindir Strategi McLaren yang Berujung Bencana di Kanada

Notifikasi
Jean Martin
Jean Martin
0
Verstappen Sindir Strategi McLaren yang Berujung Bencana di Kanada TO NEWS OVERVIEW
© XPBimages

Max Verstappen mengaku terkejut melihat keputusan strategis McLaren menggunakan ban intermediate saat start Formula 1 Grand Prix Kanada 2026. Pembalap Red Bull Racing itu bahkan melontarkan komentar bernada bercanda setelah melihat dua rival utamanya memilih strategi yang akhirnya terbukti tidak berjalan sesuai harapan.

Menjelang start di Sirkuit Gilles Villeneuve, hujan ringan memang sempat turun dan membuat kondisi lintasan terlihat tidak sepenuhnya kering. Namun sebagian besar tim papan depan tetap memilih ban slick karena memperkirakan hujan tidak akan berlangsung lama. Di sisi lain, Lando Norris dan Oscar Piastri justru memulai balapan menggunakan ban intermediate setelah McLaren memprediksi kondisi lintasan akan semakin memburuk.

Keputusan tersebut langsung menjadi perhatian sejak formation lap. Baik Norris maupun Piastri dilaporkan menyampaikan kekhawatiran melalui radio tim mengenai pilihan ban yang digunakan. Meskipun Norris sempat memanfaatkan grip awal ban intermediate untuk merebut posisi terdepan pada lap pembuka, situasi segera berubah ketika lintasan mulai mengering lebih cepat dari perkiraan.

Marc Marquez Listed for Mugello but Return Still Unconfirmed
Read AlsoMarc Marquez Listed for Mugello but Return Still Unconfirmed

Beberapa lap kemudian, kedua pembalap McLaren terpaksa masuk pit lebih awal untuk mengganti ban ke kompon medium. Strategi tersebut secara efektif menghilangkan keuntungan posisi lintasan dan membuat keduanya harus menjalani balapan pemulihan di tengah lalu lintas yang padat.

ADVERTISEMENT

"Itu keputusan yang hebat. Saya langsung berpikir, 'terima kasih'," ujar Verstappen sambil bercanda kepada media, dikutip dari RacingNews365.

Selain McLaren, beberapa tim lain seperti Audi, Cadillac, dan Carlos Sainz bersama Williams juga memilih ban intermediate. Namun perhatian terbesar tertuju pada McLaren karena tim asal Woking tersebut datang ke Kanada dengan potensi kuat untuk bertarung di barisan depan.

Pemenang balapan, Andrea Kimi Antonelli, juga mengaku terkejut melihat keputusan McLaren. Pembalap Mercedes itu menjelaskan bahwa timnya tetap percaya diri menggunakan ban slick karena radar cuaca menunjukkan hujan tidak akan bertahan lama meskipun intensitas gerimis sempat meningkat sesaat sebelum start.

ADVERTISEMENT

"Kami cukup yakin hujan tidak akan berlangsung lama dan kami bisa bertahan dengan ban slick. Karena itu saya cukup terkejut melihat McLaren menggunakan intermediate. Itu pertaruhan yang sangat besar," kata Antonelli, dikutip dari RacingNews365.

Dari sudut pandang teknis, keputusan McLaren sebenarnya memiliki dasar yang logis. Hujan masih turun ketika pilihan ban harus dibuat dan kondisi lintasan memang terlihat licin. Namun kombinasi hujan yang berhenti lebih cepat dari perkiraan serta tambahan formation lap membuat temperatur lintasan meningkat dan mempercepat proses pengeringan aspal. Faktor inilah yang akhirnya mengubah perhitungan awal menjadi kerugian strategis yang signifikan.

Kesalahan strategi tersebut menjadi salah satu momen kunci yang membentuk hasil akhir Grand Prix Kanada. Norris akhirnya gagal finis akibat masalah gearbox, sementara Piastri hanya mampu menyelesaikan balapan di luar posisi sepuluh besar. Sebaliknya, rival-rival mereka seperti Antonelli, Verstappen, dan Lewis Hamilton berhasil memanfaatkan kondisi tersebut untuk mengamankan hasil besar dalam perebutan poin kejuaraan.

ADVERTISEMENT

Discussion (0)

Join the Discussion!

Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.

Fast, secure, and hassle-free

Latest Comments

No comments yet. Be the first!

RECOMMENDED FOR YOU