Juara dunia Formula 1 empat kali, Max Verstappen, akan kembali ke akar balapnya dalam sebuah ajang unik bertajuk 'Max vs 100' pada 16 September mendatang. Dalam balap kart satu kali ini, Verstappen akan memulai dari posisi terakhir di antara 101 kart, dengan tantangan menyalip semua rivalnya di depannya.
Tidak seperti grid balap profesional pada umumnya, lawan Verstappen berasal dari lintas olahraga, hiburan, dan konten daring, plus para penggemar yang diundang dari berbagai penjuru dunia. Atlet Red Bull, selebritas, tokoh publik, dan kreator akan memeriahkan lapangan, dengan nama-nama seperti pelari ultra Arda Saatci, pelatih basket Chris Matthews, pebike gunung freestyle Matt Jones, serta para streamer TheGrefg, Caedrel, dan TheDonato sudah dikonfirmasi.
Ajang ini menjadi nostalgia bagi Verstappen yang mengawali karier di dunia kart sejak usia empat tahun, sebelum berkompetisi di kejuaraan resmi sejak tujuh tahun. Ia lalu mengoleksi gelar Eropa dan dunia di kelas kart, dengan musim 2013 yang sukses membawanya naik ke balap mobil setahun kemudian dan debut F1 pada 2015.

Meski sudah belasan tahun tidak balap kart penuh waktu, Verstappen yakin naluri serta kemampuan dasarnya akan cepat kembali. “Di gokart kamu belajar semua dasar: start, bertahan, menyalip. Tentu saja, saya menghabiskan waktu lama di gokart, jadi selalu menyenangkan untuk kembali,” ujarnya. “Ini tentang memahami grip gokart. Saya sudah bertahun-tahun di gokart, jadi secara alami akan mudah kembali.” Ia pun menambahkan, “Saya menantikan kekacauan yang terjadi di depan saya.”
Sirkuit khusus dibangun di Silverstone untuk menampung lapangan raksasa ini, dengan desain dari pembalap Prancis dan perancang kart David Terrien. Terrien, yang juga menjadi direktur balap, mengatakan membuat trek untuk 100 pembalap sekaligus adalah tantangan yang belum pernah ada sebelumnya. “Membuat trek untuk 100 pembalap pada saat yang sama belum pernah dilakukan, belum pernah terlihat. Jadi ini sangat menarik,” katanya. “Ketika Anda punya Max Verstappen mengejar semua orang, itu akan menjadi pengalaman sekali seumur hidup bagi semua pembalap.”
Format ini dirancang untuk menempatkan Verstappen dalam situasi yang jauh dari biasanya di F1, memaksanya melewati lalu lintas yang padat sambil berusaha mencegah kart terdepan melarikan diri. Konsep ini sudah diuji coba di Silverstone dengan 50 kart, ditemani oleh sim racer Red Bull dan juara dunia iRacing dua kali, Sebastian Job. Dalam uji coba itu, Job mengaku kagum dengan kecepatan Verstappen dalam membaca lalu lintas dan menemukan celah untuk menyalip.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!