Kemenangan Walkinshaw TWG Racing dengan finis 1-3 di The Bend bukan sekadar podium biasa. Hasil itu menjadi pembuktian bahwa upgrade mesin 2UR-GSE V8 yang mereka sebut 'B-spec' mampu menjawab keraguan akan reliabilitas. Dalam balapan yang penuh tekanan, ketangguhan mesin menjadi taruhan nyawa bagi tim yang tengah berjuang di kejuaraan Supercars.
Uji Nyata di Tikungan Pertama
Momen kritis terjadi ketika Ryan Wood, yang berbagi mobil dengan Jaxon Evans, mengalami double downshift ke Tikungan 1. Kesalahan itu memicu masalah gearbox yang membuat putaran mesin melonjak liar. Pada spek A, insiden seperti itu hampir pasti berujung pada kegagalan mesin. Namun, B-spec yang baru diperkenalkan di Ipswich membuktikan diri. “Kami tahu A-spec tidak akan bertahan, tapi B-spec selamat,” ujar Carl Faux, principal tim, kepada Speedcafe.
Keberhasilan ini tak lepas dari kerja keras antara Walkinshaw dan mitra mesin asal Inggris, Swindon Powertrains. Mereka merancang upgrade camshaft untuk mengatasi kelemahan valvetrain yang selama ini menghantui. Mesin B-spec dipasang pada Kamis menjelang balapan di Ipswich, dan sejak itu performanya terus dipantau.

Bayang-bayang Kegagalan di Queensland
Sebelumnya, kegagalan mesin Chaz Mostert di Queensland sempat memicu kekhawatiran. Namun, Faux memastikan itu masalah bantalan yang tidak terkait dengan B-spec. “Kami periksa semua B-spec pada Sabtu malam dan melakukan NDT (non-destructive testing). Semuanya sehat,” jelasnya. Dengan demikian, empat mesin B-spec yang dipakai berhasil menuntaskan akhir pekan di The Bend tanpa masalah berarti.
Brad Jones Racing memilih tetap menggunakan spek A untuk Macauley Jones dan Jordan Boys. Keputusan itu dihormati oleh Walkinshaw, yang fokus pada pengembangan mesin mereka sendiri. Keberhasilan di The Bend membuat tim tidak berencana melakukan pergantian mesin di tengah akhir pekan Bathurst nanti.
Menatap Bathurst dengan Percaya Diri
Faux mengakui bahwa Bathurst adalah ujian sesungguhnya. Tahun lalu, kedua Ford Mustang tim tersingkir karena masalah mesin: Mostert berhenti setelah kehilangan satu silinder, dan Wood masuk pit karena sensor engkol rusak. “Kami mengalami empat kegagalan mesin di dua mobil saat di Bathurst terakhir. Jika tahun ini lebih baik, saya akan senang,” ujarnya. Bathurst 1000 juga akan menjadi ajang perpisahan Faux setelah sembilan tahun bersama tim.
Dengan modal kemenangan di The Bend, Walkinshaw TWG Racing berharap B-spec dapat membawa mereka melintasi garis finis di Mount Panorama tanpa drama. Jika berhasil, itu akan menjadi penutup manis bagi Faux dan bukti bahwa kerja keras mereka selama ini tidak sia-sia.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!