Formula 1, Sportrik Media - Toto Wolff menilai Ferrari akan menjadi rival serius bagi Mercedes dalam perebutan gelar Formula 1 musim 2026 setelah duel sengit pada Grand Prix Australia di Sirkuit Albert Park, Melbourne.
Balapan pembuka musim memperlihatkan pertarungan ketat sejak start ketika pembalap Ferrari Charles Leclerc langsung merebut pimpinan lomba. Ia memanfaatkan start kurang optimal dari dua pembalap Mercedes, George Russell dan Andrea Kimi Antonelli, yang mengalami kekurangan daya baterai pada fase awal start.
Leclerc kemudian terlibat duel intens dengan Russell di fase awal balapan, dengan kedua pembalap saling bertukar posisi hingga tujuh kali dalam 11 lap pertama. Sementara itu, pembalap Ferrari lainnya, Lewis Hamilton, juga ikut mendekat sehingga sempat menciptakan pertarungan tiga mobil untuk memperebutkan posisi terdepan.

Momentum balapan berubah ketika Russell melakukan pit stop saat periode Virtual Safety Car akibat mobil Isack Hadjar yang berhenti di lintasan. Ferrari memilih tidak memanggil Leclerc maupun Hamilton ke pit lane, termasuk ketika Virtual Safety Car kedua muncul setelah insiden yang melibatkan Valtteri Bottas dari Cadillac.
Keputusan tersebut membuat Ferrari harus melakukan pit stop dalam kondisi bendera hijau, sehingga kehilangan waktu yang cukup besar. Situasi itu memungkinkan Mercedes kembali memimpin balapan dan akhirnya mengamankan finis satu-dua dengan Russell di depan Antonelli.
Hasil tersebut juga menjadi finis satu-dua pertama Mercedes tanpa keterlibatan Lewis Hamilton sejak Grand Prix Italia 1955 ketika Juan Manuel Fangio dan Piero Taruffi memimpin hasil balapan bagi tim Jerman tersebut.
“Ada rasa puas yang besar dalam tim saat ini,” kata Wolff.
“Kami pernah mengalami masa dominasi delapan gelar juara, lalu beberapa musim yang sulit, tetapi kami masih bisa memenangkan balapan dan finis kedua di kejuaraan.”
“Finis satu-dua seperti ini memberi keyakinan bahwa kami bisa kembali bertarung memperebutkan gelar dunia.”
Wolff juga menegaskan bahwa Ferrari menunjukkan performa yang sangat kompetitif sepanjang balapan, terutama pada fase start dan duel awal antara Leclerc dan Russell.
“Sebelum balapan banyak orang mengatakan Mercedes akan langsung menjauh, tetapi itu tidak terjadi,” jelas Wolff.
“Kami tahu Ferrari sangat kuat saat start dan itulah yang terjadi. Itu benar-benar pertarungan antara Charles dan George.”
“Pada satu titik bahkan menjadi pertarungan tiga mobil antara dua Ferrari dan George, sebelum Kimi juga ikut mendekat.”
Menurut Wolff, duel tersebut menunjukkan bahwa perebutan gelar musim 2026 berpotensi berlangsung ketat antara Mercedes dan Ferrari. Ia juga menilai karakter balapan dengan sistem energi dan mode overtake baru justru menciptakan pertarungan menarik di lintasan Albert Park.
“Perasaan utama saya sekarang adalah kami benar-benar memiliki pertarungan dengan Ferrari,” ujar Wolff.
“Ada kekhawatiran sebelumnya bahwa balapan tidak akan menarik karena sistem energi dan mode overtake, tetapi justru cukup menarik untuk disaksikan.”
Mercedes kini memulai musim dengan momentum kuat setelah kemenangan di Australia, namun Wolff menegaskan timnya tetap harus mewaspadai tekanan Ferrari menjelang seri berikutnya dalam kalender Kejuaraan Dunia Formula 1 2026 di Shanghai.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!