Penyelenggara NextGen NZ Championship, yang dipimpin oleh Tony Quinn dan kepala sirkuit Josie Spillane, dengan tegas membela para pemilik mobil balap bersejarah setelah siaran televisi acara tersebut mendapat sorotan dari otoritas penyiaran Australia akibat penggunaan corak sponsor tembakau masa lalu. Sebelumnya, kejuaraan ini sukses menggelar ajang bergengsi Grand Prix Selandia Baru ke-70 di Highlands Motorsport Park yang turut menyuguhkan Trofi Peringatan Tim Miles, sebuah balapan khusus untuk mengenang mendiang pembalap dan pengusaha Selandia Baru yang meninggal dunia dalam kecelakaan tragis saat bersepeda.
Dalam rangkaian acara tersebut, stasiun televisi Foxtel menayangkan aksi salah satu mobil milik Miles yakni bekas mobil Formula Atlantic Swift DB4 milik Jos Verstappen. Mobil beristoris tinggi ini tampil autentik dengan corak era aslinya yang memuat merek tembakau terkenal dan logo seri Peter Jackson. Namun, penayangan tersebut berujung pada teguran dari Otoritas Komunikasi dan Media Australia (ACMA) menyusul adanya pengaduan publik terkait regulasi penyiaran.
Menanggapi polemik ini, pihak penyelenggara melontarkan kritik pedas sekaligus humoris melalui pernyataan resmi mereka yang menyoroti bagaimana aturan modern mulai membatasi warisan dunia balap klasik. "Ternyata liputan kami tentang Grand Prix Selandia Baru NAPA ke-70 yang berkesan ini sangat bagus, sehingga menarik perhatian pemerintah di seberang lautan," tulis pernyataan tersebut. Mereka menambahkan bahwa beberapa mobil klasik di layar kaca mengenakan warna sponsor tempat mereka berlomba beberapa dekade silam, yang kini menjadi masalah besar di bawah aturan ketat Australia.

Pihak kejuaraan menegaskan bahwa fenomena ini dengan cepat bertransformasi menjadi isu krusial bagi dunia motorsport klasik di berbagai belahan dunia, di mana mobil balap orisinal terpaksa harus menutup bagian coraknya dengan lakban atau siaran balapannya ditarik dari televisi hanya karena cat yang usianya lebih tua dari sebagian penontonnya. "Menutup corak ini dengan lakban ibarat menempelkan catatan kecil di atas lukisan Mona Lisa kalau-kalau lukisan itu mendorong orang untuk tersenyum terlalu lebar," kritik mereka secara tajam.
Meskipun mendukung penuh upaya menjauhkan iklan rokok dari dunia olahraga modern, para petinggi NextGen NZ menilai ada perbedaan nyata antara iklan komersial baru dengan pelestarian sejarah mobil orisinal. Mereka menyatakan kekecewaannya atas hasil putusan tersebut dan berharap ada pengecualian yang masuk akal bagi kendaraan bersejarah. Sebagai bentuk perlawanan, NextGen NZ Championship memastikan bahwa mereka akan terus melanjutkan liputan balap di mana setiap logo sejarah tetap dibiarkan terlihat dengan jelas tanpa ditutupi.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!