Guenther Steiner akhirnya buka suara soal keputusan sulit memilih Senna Agius untuk mengisi kursi terakhir Tech3 KTM di MotoGP musim depan. Keputusan itu diumumkan jelang seri Red Bull Ring, dan langsung menimbulkan pertanyaan besar: mengapa bukan Manuel Gonzalez, pemuncak klasemen Moto2?
Steiner mengakui bahwa memilih antara Agius dan Gonzalez bukan perkara mudah. "Sangat sulit memilih di antara mereka. Keduanya sangat bagus," ujarnya kepada reporter MotoGP, Jack Appleyard, di Austria. "Tapi bagi kami, usia Senna jadi pertimbangan. Dia tiga tahun lebih muda, dan kami punya lebih banyak waktu untuk mengembangkannya."
Agius yang baru berusia 21 tahun dianggap sebagai investasi jangka panjang. Sementara Gonzalez, 24 tahun, meski memimpin klasemen Moto2, harus rela melihat rekannya promosi lebih dulu. Keputusan ini juga menandai bahwa dari empat pembalap Moto2 yang naik ke MotoGP musim depan, nama Gonzalez tidak termasuk di dalamnya.

Tech3 memilih kombinasi pengalaman dan potensi mentah: Luca Marini yang sudah punya jam terbang di kelas premier, dan Agius yang haus prestasi. "Kami melihat potensi Senna untuk jadi pembalap besar di MotoGP. Kami cukup beruntung bisa merekrutnya, karena banyak yang mengincarnya," tambah Steiner.
Faktor teknis juga memainkan peran. Menurut Steiner, tahun depan adalah waktu yang tepat untuk membawa rookie karena jarak antara Moto2 dan motor MotoGP 2027 lebih kecil dibanding sekarang. Agius juga sudah punya pengalaman dengan ban Pirelli, yang akan menjadi pemasok tunggal MotoGP musim depan.
Promosi Agius ini juga menjadi kabar baik bagi Australia. Meski Jack Miller pindah ke WorldSBK, publik Adelaide tetap punya wakil di grid MotoGP. "Senna satu-satunya pembalap Australia di MotoGP. Pasti luar biasa baginya kembali ke Australia sebagai pembalap MotoGP, apalagi dengan Adelaide sebagai event baru. Akan ada banyak hype. Semoga tidak terlalu berlebihan sampai mengganggu fokusnya! Kami akan menyembunyikannya," kelakar Steiner.
Agius langsung membuktikan kualitasnya dalam debutnya di tes Pirelli di Red Bull Ring, Senin lalu. Laporan tidak resmi menyebut dia hanya terpaut 0,4 detik dari pembalap Tech3 saat ini, Maverick Vinales. Keduanya dikabarkan menggunakan motor KTM 1000cc yang diadaptasi, bukan prototipe 850cc.
Dengan keputusan ini, Tech3 menegaskan arah pengembangan jangka panjang mereka. Agius bukan sekadar pelengkap, melainkan proyek masa depan yang siap digarap serius. Sementara Gonzalez harus membuktikan bahwa usianya bukan penghalang untuk tetap dilirik tim MotoGP di masa mendatang.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!