SPONSORED

Steiner Peringatkan Madrid: Tahun Kedua Harus Lebih Baik

Notifikasi
Ujang Suryana
Ujang Suryana
0
Steiner Peringatkan Madrid: Tahun Kedua Harus Lebih Baik
TO NEWS OVERVIEW
Madrid's F1 debut was not well-received © XPB Images

Guenther Steiner, mantan bos tim Haas F1 dan kini CEO Tech3 MotoGP, melontarkan peringatan keras kepada penyelenggara Grand Prix Madrid. Menurutnya, jika balapan di sirkuit jalanan Madring tidak mengalami perbaikan signifikan pada tahun kedua, event tersebut akan menjadi sebuah kegagalan besar.

Madrid memang baru saja menggelar debutnya di kalender Formula 1 musim ini. Namun, pesta perdana itu tidak berjalan sesuai harapan. Para pembalap dan penggemar melontarkan kritik tajam terhadap layout sirkuit yang dinilai membosankan dan minim aksi. Alih-alih chaos seperti yang diprediksi, balapan justru berlangsung monoton dengan overtaking yang sangat sulit dilakukan.

Steiner pun menarik perbandingan dengan Grand Prix Las Vegas. Ia mengingat bagaimana event tersebut juga mendapat cemoohan di tahun pertamanya. “Di Vegas, tahun pertama, orang-orang bertanya, ‘Kenapa harus ke Vegas? Itu hal terbodoh yang bisa dilakukan’,” ujarnya di podcast The Red Flag. “Tapi sekarang Vegas sudah menjadi balapan yang sangat baik, bahkan ikonik. Sesuatu yang awalnya butuh penyempurnaan, langsung berhasil.”

Vettel and Bottas Headline Race Of Champions' First New Zealand Event
Read AlsoVettel and Bottas Headline Race Of Champions' First New Zealand Event

Namun, Steiner menegaskan bahwa Madrid tidak bisa bersantai. Kontrak 10 tahun yang dimiliki sirkuit itu menuntut perbaikan cepat. “Jika tahun depan Madrid tidak dibereskan, saya akan menganggapnya sebagai kegagalan. Tidak boleh ada tahun kedua seperti ini,” tegasnya. Ia bahkan mengingatkan insiden dramatis di Vegas tahun pertama, ketika penutup saluran air terangkat dan membuat kekacauan. “Saat itu semua orang bilang ini bencana. Tapi lihat sekarang, Vegas sudah seperti balapan yang sudah ada sejak lama.”

ADVERTISEMENT

Pria asal Italia itu memahami mengapa F1 dan Liberty Media mendorong balapan di dekat kota-kota besar. Menurutnya, aksesibilitas dan infrastruktur yang baik adalah kunci. Ia menyoroti sirkuit klasik seperti Spa-Francorchamps yang meski legendaris, sering dikritik karena fasilitasnya yang minim. “Anda datang ke Spa, Anda ingin balapan yang bagus, tapi setelah itu Anda tidak bisa menemukan restoran di malam hari. Paddock-nya seperti dari 40 tahun lalu. Itu bukan ide bagus untuk event global,” bebernya.

Steiner lantas memuji Hungaroring sebagai contoh sukses transformasi. Sirkuit yang sudah berusia puluhan tahun itu direnovasi besar-besaran dan kini menjadi salah satu tuan rumah favorit. “Hungaria melakukan pekerjaan hebat. Mereka sadar sirkuitnya sudah tua, lalu memperbaikinya. Sekarang mereka akan punya balapan selamanya karena Budapest adalah tempat yang bagus.”

Dengan tekanan yang meningkat, Madrid berada di persimpangan. Mereka harus segera melakukan perubahan pada layout sirkuit, mungkin dengan merevisi beberapa tikungan untuk menciptakan lebih banyak peluang overtaking. Jika tidak, prediksi Steiner bisa menjadi kenyataan: Madrid akan dikenang sebagai eksperimen gagal, bukan sebagai balapan ikonik seperti Vegas.

ADVERTISEMENT

Discussion (0)

Join the Discussion!

Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.

Fast, secure, and hassle-free

Latest Comments

No comments yet. Be the first!

RECOMMENDED FOR YOU