Start Grand Prix Belanda yang kacau balau akhirnya menuai sorotan. Pierre Gasly mengonfirmasi bahwa prosedur awal balapan di Zandvoort akan ditinjau ulang oleh para pembalap dan FIA, menyusul insiden yang menimpa Max Verstappen di lap pertama. Momen tersebut menjadi salah satu yang paling dramatis di akhir era sirkuit Zandvoort di kalender F1.
Verstappen kehilangan kendali saat melintasi kerb basah di tikungan terakhir, lalu menghantam dinding beton. Beruntung, Gabriel Bortoleto dari Audi nyaris terlibat kecelakaan fatal setelah mobilnya berputar 360 derajat di tengah kepulan asap ban. Kejadian ini memicu pertanyaan besar: mengapa balapan dimulai dengan standing start padahal kondisi trek di beberapa titik masih basah?
Sebagian besar sirkuit Zandvoort sudah kering saat balapan dimulai, tetapi tikungan terakhir masih menyimpan genangan air di bagian dalam banking. Dalam situasi seperti ini, FIA sebenarnya punya opsi untuk memulai balapan dengan rolling start atau menambah lap di belakang safety car. Namun, keputusan yang diambil justru memaksa para pembalap menghadapi kondisi yang sangat licin sejak awal.

Gasly, yang start di posisi sepuluh besar, menjadi saksi langsung betapa berbahayanya kondisi tersebut. Ia mengaku lebih setuju jika ada satu lap tambahan di belakang safety car agar para pembalap bisa merasakan kondisi lintasan terlebih dahulu. “Saya pikir tujuannya adalah setidaknya melewati tikungan terakhir sekali dengan safety car sebelum start,” ujarnya.
Pembalap Alpine itu juga menyoroti keputusan untuk tetap memakai ban slick. Menurutnya, meski trek basah di beberapa titik, pilihan ban tidak akan berubah. Yang ia harapkan hanyalah prosedur yang lebih aman, seperti formasi lap normal tanpa safety car atau justru menambah satu lap pengenalan. “Kami akan meninjau masukan para pembalap untuk balapan berikutnya,” tambah Gasly.
Insiden Verstappen sendiri terjadi di tikungan terakhir yang menjadi titik terbasah. Gasly menggambarkan betapa sulitnya melewati tikungan 13 bahkan dalam kondisi normal, apalagi saat trek basah. “Max mengalami momen yang sangat besar di genangan air, dan dia tidak mampu mengendalikannya,” jelasnya. Kejadian ini tentu menjadi pelajaran berharga bagi FIA dan para pembalap untuk memperbaiki prosedur start di masa depan.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!