SPONSORED

Santi Hernandez Ragukan Reuni Marquez Honda

Notifikasi
Ifan Apriyana
Ifan Apriyana
0

Marc Marquez kembali menjadi sorotan di MotoGP 2026 setelah mantan crew chief-nya di Honda, Santi Hernandez, menyatakan keraguan atas kemungkinan reuni keduanya di masa depan. Pernyataan ini muncul di tengah performa Marquez bersama Ducati yang menunjukkan stabilitas teknis meski dibayangi cedera.

Hubungan kerja antara Marquez dan Hernandez merupakan salah satu kombinasi paling dominan dalam sejarah MotoGP modern. Keduanya memulai kolaborasi sejak kelas Moto2 sebelum naik ke MotoGP pada 2013 bersama Repsol Honda Team. Dalam periode tujuh musim pertama, mereka mengamankan enam gelar dunia, didukung oleh karakter agresif RC213V serta kemampuan Marquez mengontrol front-end yang ekstrem.

Namun, dinamika berubah drastis setelah cedera lengan serius pada 2020 yang mengganggu stabilitas performa Marquez. Honda mengalami kesulitan mengembangkan motor yang sesuai dengan karakter pembalapnya, terutama dalam hal distribusi bobot dan rear grip. Perpindahan Marquez ke Gresini Racing pada 2024 menjadi titik balik, di mana ia mulai beradaptasi dengan filosofi Ducati yang lebih stabil secara aerodinamika dan traksi.

Santi Hernandez Doubts Marquez Honda Return
Read AlsoSanti Hernandez Doubts Marquez Honda Return

“Kami membangun tim dari nol dan itu sangat spesial. Saya melihat Marc berkembang, bukan hanya sebagai pembalap tetapi juga sebagai individu.”

ADVERTISEMENT

“Yang terpenting bagi saya adalah hubungan pertemanan. Karier akan berakhir suatu hari nanti, tetapi hubungan itu tetap ada.”

Secara teknis, keberhasilan Marquez menemukan kembali performanya di Ducati tidak terlepas dari karakter Desmosedici yang menawarkan rear grip lebih konsisten serta keseimbangan aero yang lebih stabil dibandingkan Honda generasi terakhir. Hal ini sangat kontras dengan periode akhir Marquez di Honda, di mana front-end overload sering menjadi penyebab utama crash, termasuk dalam beberapa insiden kritis di musim sebelumnya.

“Saya tidak melihat dia kembali ke Honda. Dia bahagia di Ducati dan telah menemukan kembali senyumnya.”

ADVERTISEMENT

Musim 2026 sendiri masih menjadi fase krusial bagi Marquez setelah cedera bahu yang dialaminya di Grand Prix Indonesia 2025. Secara performa, ia belum sepenuhnya kembali ke level dominan, tetapi progres teknis Ducati memberikan fondasi yang lebih kompetitif dibandingkan rival seperti Yamaha dan Honda yang masih berjuang dalam pengembangan mesin serta aero package.

Dalam konteks jangka panjang, komentar Hernandez juga menyinggung batas usia kompetitif Marquez di MotoGP. Dengan tuntutan fisik yang semakin tinggi akibat evolusi motor, keberlanjutan karier menjadi faktor penting, terutama dengan munculnya generasi baru yang lebih adaptif terhadap teknologi terbaru. Hal ini akan menjadi elemen penentu dalam negosiasi kontrak berikutnya, termasuk potensi kelanjutan bersama Ducati menuju musim 2027.

Dengan situasi teknis yang semakin kompleks dan persaingan yang semakin ketat, posisi Marquez tetap menjadi salah satu variabel kunci dalam dinamika kejuaraan. Perkembangan performanya dalam beberapa seri berikutnya akan menjadi indikator utama apakah ia mampu kembali ke level perebutan gelar, atau justru memasuki fase transisi menjelang akhir karier di MotoGP.

ADVERTISEMENT

Discussion (0)

Join the Discussion!

Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.

Fast, secure, and hassle-free

Latest Comments

No comments yet. Be the first!

RECOMMENDED FOR YOU