Rally Sweden, Sportrik Media - Sami Pajari mengamankan podium ketiga pada Rally Sweden 2026, menandai respons penting setelah awal musim yang sulit di Monte Carlo. Hasil ini menjadi pembuktian performa murni tanpa keuntungan dari insiden rival, berbeda dengan podium yang ia raih di Jepang musim lalu.
Finis ketiga di Swedia diraih melalui kecepatan kompetitif sejak etape Jumat. Pajari langsung berada dalam ritme yang sesuai dengan karakter lintasan salju Umeå yang menuntut presisi traksi dan stabilitas tinggi pada fase akselerasi keluar tikungan cepat. Konsistensinya menjaga jarak waktu tetap dalam margin perebutan podium sepanjang akhir pekan menjadi indikator kematangan performa yang semakin stabil.
Sebaliknya, pembuka musim di Monte Carlo menghadirkan tantangan kompleks dengan kombinasi aspal kering, basah, dan lapisan es tipis. Pajari mengakui awal musim tersebut tidak berjalan sesuai harapan dan sempat memunculkan tekanan tambahan, termasuk kritik di media sosial. Namun ia menegaskan bahwa hasil tersebut tidak mencerminkan level sebenarnya.

“Tentu saja hasil ini terasa sangat baik. Banyak yang mungkin melihat bahwa Monte Carlo bukanlah cara termudah untuk memulai musim. Ada momen-momen yang terasa cukup suram. Namun saya ingin percaya bahwa itu hanya penurunan sementara, karena di akhir musim lalu kami menjalani beberapa reli yang sangat kuat,” ujar Pajari.
Ia menekankan bahwa evaluasi teknis dan fokus kembali pada pekerjaan tim menjadi kunci kebangkitan performa di Swedia.
“Tentu saja ini hasil yang penting. Monte bukan awal musim terbaik. Saya berharap dan terus percaya bahwa kami mampu tampil seperti ini. Saya berhasil meninggalkan Monte ketika kembali fokus bekerja. Saat itulah kecepatan kembali.”
Dukungan dari lingkungan terdekat turut membantu menjaga stabilitas mentalnya di tengah tekanan. Menurutnya, tren performa sejak Jepang musim lalu menunjukkan bahwa ia mampu bersaing di berbagai karakter lintasan.
“Kami kembali ke level yang seharusnya. Saya menerima banyak dorongan dan dukungan, jadi terima kasih besar untuk mereka. Mereka tahu siapa mereka. Rasanya menyenangkan kembali ke podium. Semoga akan ada lebih banyak lagi.”
Pajari juga menyoroti bahwa persaingan di papan atas kini semakin ketat dengan selisih waktu yang sangat tipis, membuat detail kecil dalam manajemen risiko dan konsistensi menjadi faktor penentu.
“Hasil ini memberi banyak kepercayaan diri untuk masa depan. Sejak Jepang kami sudah berada dalam perebutan podium di kondisi yang sangat berbeda. Perlahan saya mulai percaya bahwa kami seharusnya bisa bertarung untuk hasil seperti ini di hampir setiap reli. Tentu saja jarak antara podium dan posisi di belakangnya sangat kecil.”
Podium di Swedia mengembalikan momentum Pajari dalam fase awal musim WRC 2026. Tantangan berikutnya adalah menjaga konsistensi performa tersebut ketika kalender memasuki reli dengan karakter permukaan berbeda, di mana adaptasi teknis dan presisi strategi kembali menjadi faktor penentu dalam perebutan posisi tiga besar.



Discussion (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk memberikan komentar dan membalas diskusi.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!