Dunia balap ketahanan dunia kembali dihebohkan dengan kabar kepindahan salah satu pembalap bintangnya. Robert Kubica secara resmi mengumumkan bahwa dirinya tidak akan lagi membalap untuk tim satelit Ferrari, AF Corse, pada kejuaraan FIA WEC musim mendatang. Pengumuman mengejutkan ini disampaikan langsung oleh sang pembalap asal Polandia tidak lama setelah putaran final 6 Hours of Monza yang melelahkan.
Pembalap berusia 41 tahun tersebut menuntaskan balapan penutup musim ini di posisi keenam bersama dua rekan setimnya, Philip Hanson dan Yifei Ye, di balik kemudi mobil Hypercar #83 499P. Lewat sebuah video yang diunggah melalui akun media sosial pribadinya, ia mengonfirmasi bahwa penampilannya di Monza merupakan babak akhir kebersamaannya dengan skuad berbalut warna kuning khas tersebut.
“Balapan terakhir selesai, akhir musim sudah tiba. Biasanya saya tidak terbiasa merangkumnya, dan saya juga tidak ingin merangkum tahun ini,” ujar Kubica mengungkapkan perasaannya. “Namun, agar kalian tahu, ini adalah balapan terakhir saya dengan warna kuning. Begitulah kenyataannya. Mari kita lihat apa yang akan dibawa oleh masa depan. Terima kasih atas dukungannya dan sampai jumpa lagi.”

Perjalanan Kubica bersama skuad ketiga Hypercar Ferrari ini telah terjalin sejak debut mereka pada musim 2024 silam. Ia melangkah ke kelas primer Hypercar setelah sebelumnya sukses merengkuh gelar juara dunia kelas LMP2 bersama tim WRT. Meski sempat dikaitkan dengan kursi tim Jota Porsche, ia akhirnya memilih bergabung dengan AF Corse dalam proyek ekspansi Hypercar pabrikan asal Maranello tersebut.
Puncak kejayaan masa bakti tiga tahunnya bersama tim terjadi ketika ia sukses meraih kemenangan sensasional di ajang Le Mans 24 Hours pada 2025. Peran krusialnya berhasil membantu Ferrari memperpanjang dominasi kemenangan beruntun mereka di Circuit de la Sarthe. Kendati demikian, musim kompetisi tahun ini berjalan jauh lebih berat bagi awak mobil #83 di tengah tren performa pabrikan Italia yang mengalami fluktuasi.
Sementara mobil pabrikan utama nomor #50 sempat mengecap kemenangan di Austin dan mobil kembar #51 beberapa kali naik podium, hasil terbaik yang bisa diraih oleh Kubica bersama Hanson dan Ye hanyalah finis di posisi kelima sebanyak dua kali. Perlu dicatat pula bahwa dari trio kru mobil #83 tersebut, hanya Kubica yang berstatus membalap secara independen tanpa ikatan kontrak langsung dengan pabrikan Ferrari.
Hingga saat ini, mantan pembalap Formula 1 tersebut belum membocorkan ke mana labuhan barunya untuk musim balap selanjutnya. Di sisi lain, pihak AF Corse juga belum mengumumkan siapa calon pengganti yang akan mengisi kursi kosong tersebut, terlebih masa depan tim itu sendiri di kelas Hypercar masih menunggu kepastian menyusul rencana masuknya raksasa otomotif seperti Ford dan McLaren.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!