Red Bull masih menunggu hasil penilaian ADUO (Additional Development and Upgrade Opportunities) kedua dari FIA, berharap ini bisa menjadi peluang pengembangan mesin mereka. Permintaan tinjauan faktual atas periode pertama tampaknya tidak mengubah hasil, dan kini semua mata tertuju pada periode kedua yang baru saja berakhir.
Meski periode ADUO kedua telah berakhir setelah Grand Prix Hungaria, hasil periode pertama belum diumumkan secara resmi. Namun, pada akhir pekan balapan di Monako, semua pabrikan telah diberi tahu hasilnya secara internal, dan Red Bull-Ford Powertrains secara mengejutkan menempati peringkat teratas. Padahal, tim pabrikan tersebut tampil dominan di awal musim, sementara Mercedes High Performance Powertrains justru mendapat satu token pengembangan, dan Ferrari, Audi, serta Honda masing-masing dua kesempatan upgrade.
FIA sebenarnya telah menyiapkan pengumuman publik, tetapi tidak pernah dirilis beberapa minggu setelahnya. Penyebabnya, Red Bull menyampaikan ketidakpuasan besar di belakang layar, bahkan CEO Oliver Mintzlaff ikut turun tangan. Namun, pabrikan asal Milton Keynes itu tidak punya banyak jalan untuk menentang hasil tersebut. Sistem ini memang memiliki kelemahan—hanya mesin pembakaran internal yang diukur, sementara peluang upgrade juga berlaku untuk sisi elektrikal unit tenaga—tetapi tidak ada yang bisa dilakukan dalam jangka pendek.

Direktur single-seater FIA, Nikolas Tombazis, mengakui keterbukaannya untuk mempertimbangkan parameter tambahan seperti ukuran turbo, tetapi tim dan pabrikan mendorong agar sistem tetap sederhana tahun lalu. Red Bull pun hanya bisa meminta tinjauan faktual atas hasil tersebut. Kepala tim Laurent Mekies menyatakan, menurutnya, tidak ada satu pun data yang menunjukkan bahwa Red Bull-Ford Powertrains memiliki mesin terbaik di grid.
Namun, tinjauan faktual itu tampaknya tidak mengubah hasil periode pertama. Tombazis, saat ditanya Motorsport.com, menegaskan bahwa pengukuran FIA terbukti akurat. "Saya pikir pengukuran kami, menurut saya, terbukti sangat akurat. Dengan begitu, apakah semuanya berjalan baik? Tidak, karena jelas orang tidak senang dan sebagainya. Apakah kami perlu memikirkan perbaikan ke depan? Ya, saya rasa begitu," ujarnya.
Di paddock, muncul perasaan bahwa pabrikan seperti Mercedes dan Ferrari bermain cerdik dengan tidak selalu menunjukkan kemampuan penuh mereka pada akhir pekan balapan awal, sehingga mengamankan token ADUO. Ferrari bahkan berhasil mendapat dua token. Kini, dengan periode kedua selesai, akankah hasilnya memberikan kelonggaran bagi Red Bull, atau justru memperpanjang penderitaan mereka tanpa peluang pengembangan?
Keputusan ini krusial bagi Red Bull yang tengah berjuang mengejar ketertinggalan performa. Jika periode kedua tidak membawa perubahan, mereka harus menunggu lebih lama lagi untuk meningkatkan unit tenaga. Sebaliknya, jika ada kejutan, ini bisa menjadi penyelamat musim mereka.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!