Momen bersejarah tercipta di Kimi Antonelli saat Mercedes mengambil keputusan berani dengan penalti mesin di kandang sendiri. Start dari posisi 19, pebalap berusia 20 tahun itu melakukan 26 overtake dan memanfaatkan periode Virtual Safety Car untuk mengganti ban ke medium yang lebih segar. Momen krusial terjadi di tikungan Ascari pada lap 50 dari 53, saat ia melewati rekan setimnya, George Russell, yang ban hards-nya sudah aus. Antonelli finis terdepan sekaligus mencatatkan lap tercepat, mengukir namanya sebagai pebalap Italia pertama yang menang di Monza sejak Ludovico Scarfiotti pada 1966.
Sementara itu, Pierre Gasly tampil luar biasa di hari Sabtu dengan meraih pole position pertamanya di Formula 1 setelah 191 grand prix. Catatan waktu 1:21.786 di Q3 mengungguli Russell hanya 0,060 detik, sekaligus menjadi pole pertama Alpine sejak era Renault di Hungaria 2009. Namun, pada hari balapan, mobil midfield tidak mampu bertahan di barisan depan. Gasly memimpin di awal tetapi terus merosot seiring lap bergulir, akhirnya finis ketujuh, sekitar 27 detik di belakang Antonelli.
Max Verstappen, yang start dari posisi kelima, tampil agresif dan sempat memimpin pada lap 12 setelah menyalip Russell di chicane pertama. Meskipun mengalami masalah pada poros belakang, ia berhasil naik podium ketiga setelah pit stop di bawah VSC dan melewati Gasly, Norris, dan Hamilton. Dengan RB22 yang tidak terlalu kompetitif di Monza, hasil ini jelas sebuah pencapaian besar bagi pebalap Belanda itu.

Franco Colapinto juga patut mendapat sorotan. Start dari P7, ia sempat bersaing dengan Verstappen untuk posisi ketiga sebelum melakukan kesalahan di lap enam yang membuatnya turun ke posisi 16. Namun, pebalap Argentina itu bangkit dan finis kesembilan, mengamankan dua poin untuk Alpine. Performa mentah dan semangat juangnya patut diacungi jempol.
Di sisi lain, akhir pekan yang buruk dialami Charles Leclerc. Kecelakaan hebat di Parabolica pada lap kedua membuatnya tersingkir, setelah kehilangan kendali saat mencoba bertahan dari Oscar Piastri. Dampaknya dilaporkan sekitar 60G, namun ia berjalan keluar dari mobil dan dinyatakan sehat oleh pusat medis FIA. Bagi Ferrari, ini adalah kekecewaan besar di depan pendukung sendiri.
Dengan hasil ini, persaingan juara dunia semakin menarik. Antonelli kini memperpendek jarak di klasemen, sementara Verstappen tetap konsisten di podium. Monza 2026 akan dikenang sebagai salah satu balapan paling dramatis dalam sejarah F1 modern.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!