SPONSORED

Quartararo Bingung: Seperti Pertama Kali Naik Motor di Silverstone

Notifikasi
0
Quartararo Bingung: Seperti Pertama Kali Naik Motor di Silverstone TO NEWS OVERVIEW
Fabio Quartararo plans ‘big change’ after nightmare Silverstone Friday © Tony Goldsmith

Fabio Quartararo mengaku seperti orang yang baru pertama kali naik motor usai hanya mampu menempati posisi ke-17 pada latihan bebas Jumat di Silverstone. Pembalap Monster Energy Yamaha itu tertinggal 0,6 detik dari Jack Miller yang menempati posisi kesembilan dan lolos langsung ke Q2.

“Buruk. Perasaan tidak enak sama sekali. Saya kesulitan untuk berkendara seperti yang saya inginkan, dan saya tegang di atas motor, jadi perasaan tidak enak,” ujar Quartararo. “Pagi ini ada masalah dengan motor, jadi saya harus berhenti. Tapi secara umum ini tidak membuat frustrasi, hanya saja saya tidak bisa berkendara. Saya seperti orang yang baru pertama kali naik motor.”

Hasil ini menjadi pukulan telak bagi Quartararo, yang musim lalu nyaris menang di sirkuit yang sama andai tidak terjadi masalah pada ride-height device. Kecepatan Miller memberikan sedikit harapan, namun mantan juara dunia itu menegaskan prioritas utamanya adalah memahami perilaku motor M1.

Crutchlow: 'A Bit of Magic' at Silverstone, Fastest Ever
Read AlsoCrutchlow: 'A Bit of Magic' at Silverstone, Fastest Ever

“Jack cepat hari ini, tapi ini bukan soal mencapai batas. Saya tidak bisa mencapai batas karena saya berkendara seperti mencoba memahami cara kerja motor. Jadi kami akan mencoba perubahan besar untuk besok dan mencoba mengerti mengapa kami begitu buruk hari ini,” jelasnya.

ADVERTISEMENT

Quartararo juga menyoroti karakteristik Silverstone yang membutuhkan trail braking dan corner speed, dua hal yang justru menjadi kelemahannya saat ini. “Saya tidak bisa menikung, tidak bisa membuat corner speed. Di sirkuit ini justru itulah yang dibutuhkan, dan saya super lambat,” tambahnya.

Bukan hanya Quartararo yang kesulitan. Rekan setimnya, Alex Rins, hanya mampu berada di posisi ke-19, disusul Toprak Razgatlioglu di posisi ke-22 dan wildcard Augusto Fernandez di posisi terakhir. Situasi ini menunjukkan bahwa masalah Yamaha bukan hanya pada satu pembalap, melainkan fundamental pada paket motor.

Dengan hanya satu sesi tersisa sebelum kualifikasi, tekanan kini berada di pundak Quartararo dan tim untuk menemukan solusi. Jika tidak, mimpi meraih hasil positif di kandang sendiri bisa berubah menjadi mimpi buruk. Akankah Yamaha mampu bangkit? Kita tunggu aksi mereka di akhir pekan ini.

ADVERTISEMENT

Discussion (0)

Join the Discussion!

Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.

Fast, secure, and hassle-free

Latest Comments

No comments yet. Be the first!

RECOMMENDED FOR YOU